Terminal Baranangsiang Berangsur-angsur Hidup Kembali dengan Protokol Kesehatan, KPTB Sambut Positif

Terminal Baranangsiang, Kota Bogor (dok. KM)
Terminal Baranangsiang, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sejak Senin 8 Juni 2020, angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) dapat beroperasi di Kota Bogor dengan tetap berpedoman pembatasan jumlah penumpang 50% dari kapasitas tempat duduk, dan tetap menerapkan jaga jarak fisik serta menerapkan protokol covid-19. Sementara itu, angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) masih bisa masuk ke Kota Bogor, dengan catatan tidak berasal dari daerah zona merah, dan tetap melakukan pembatasan jumlah penumpang 50% dari kapasitas tempat tempat duduk, dengan tetap menerapkan jaga jarak fisik serta protokol covid-19.

Hal itu diputuskan setelah dipertimbangkan dengan melihat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 18 tahun 2020 di pasal 9 sampai dengan pasal 11, dan korelasi Permenhub nomor 25 tahun 2020, tentang aturan larangan mudik yang sudah berakhir 7 Juni kemarin, yang dihubungkan dengan level kewaspadaan di Kota Bogor pada level 3 (kuning) sampai saat ini.

Juga menimbang Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat (Jabar) nomor 46 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional (5 Juni-2 Juli) sesuai level kewaspadaan masing-masing daerah.

Terminal Baranangsiang yang merupakan Terminal tipe A dapat memberikan pelayanan sesuai fungsinya, dengan tetap menerapkan protokol covid-19, dan hal-hal lain yang telah ditetapkan oleh aturan yang mengatur tentang percepatan penanganan covid-19.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komunitas Paguyuban Terminal Baranangsiang (KPTB) Tedy Irawan mengatakan, dimulai beroperasinya kembali Terminal Baranangsiang Kota Bogor sesuai dengan fungsinya tetapi dengan tetap menjalankan protokoler covid-19 “tentunya disambut baik semua elemen masyarakat yang ada di Terminal,” ungkap Tedy kepada kupasmerdeka.com

Advertisement
, Senin 8/6.

“Setelah sekitar 3 bulan segala operasional yang tidak berjalan secara normal di Terminal ini, sudah sangat berdampak sangat berat bagi seluruh masyarakat Terminal. Maka dimulainya fungsi Terminal Baranangsiang sebagaimana mestinya sangat disambut baik oleh kita semua,” tambah Tedy.

“Ya dengan dibuka kembali operasional Terminal Baranangsiang sebagaimana fungsinya, agar perekonomian atau pendapatan masyarakat cepat pulih kembali,” tutur Tedy.

Masih kata Tedy, walaupun belum semuanya beroperasi seperti biasanya,
masyarakat sudah bisa memakai jasa bus jurusan Bodetabek dan yang belum bisa beroperasi seperti bus Garut, Pelabuhan Ratu dan Merak.”

“Ya jurusan bus yang belum bisa beroperasi tersebut, masih menunggu keputusan perusahaan bus masing-masing,” kata Tedy.

Lebih lanjut Tedy mengatakan, untuk menyambut dibukanya kembali operasional ini, kami meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atau juga Gugus Tugas covid-19 Kota Bogor untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Terminal Barangnangsiang.

“Kami KPTB meminta pihak terkait untuk bekerjasama melakukan penyemprotan di lingkungan Terminal Baranangsiang, untuk tetap mengantisipasi adanya virus corona, agar kita semua tetap dengan tenang menjalankan aktivitas di Terminal,” pungkas Tedy.

Reporter: ddy, Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*