Luas Sawah Berkurang Akibat Alih Fungsi Lahan, Bengkulu Selatan Masih Tetap Surplus Beras

Petani di Bengkulu Selatan panen beras menggunakan mesin thresher (dok. KM)
Petani di Bengkulu Selatan panen beras menggunakan mesin thresher (dok. KM)

BENGKULU SELATAN (KM) – Kabupaten Bengkulu Selatan tetap bertahan sebagai salah satu kabupaten yang mengalami surplus beras. Hal tersebut terlihat dari data Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan yang menunjukkan bahwa hasil produksi beras di Bengkulu Selatan pada tahun 2019 sebanyak 40.179 ton. Sementara kebutuhan beras masyarakat sebanyak 18.185 ton. Artinya, ada surplus beras sebanyak 21.994 ton.

“Meski di tahun 2019 terjadi kemarau, terus juga ada pengeringan ribuan hektar sawah di Seginim karena rehab irigasi, Bengkulu Selatan posisinya masih surplus beras,” ujar Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Ikat Aliman.

Meski demikian, jika dibanding dengan tahun 2018, produksi padi di tahun 2019 mengalami penurunan dari 92.676 ton gabah kering panen menjadi 70.638 ton. Atau mengalami penurunan produksi sebanyak 22.038 ton gabah kering panen.

Advertisement

Menurut Ikat, penurunan produksi ini juga disebabkan karena adanya penurunan jumlah luasan sawah akibat terjadinya alih fungsi lahan persawahan.

Data Dinas Pertanian juga menunjukkan terjadinya alih fungsi lahan sawah seluas 2.595 hektar sejak tahun 2017 sampai 2019. Dari luas lahan persawahan seluas 10.924 hektar tahun 2017 menjadi 8.329 hektar pada awal tahun 2020.

“Adanya alih fungsi lahan persawahan ini juga berakibat terhadap penurunan produksi padi tahun 2019. Tapi penurunan ini juga dipicu karena adanya kemarau dan perehaban irigasi yang membuat ribuan hektar sawah mengalami pengeringan di Seginim,” pungkas Ikat.

Reporter: Tim KM
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*