Pemdes Glempangpasir Cilacap Salurkan BLT Bagi 94 KK, Tunda Semua Proyek Infrastruktur

Kades Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Margana (dok. KM)
Kades Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Margana (dok. KM)

CILACAP, JAWA TENGAH (KM) – Sebanyak 94 KK warga Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Cilacap, telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap 1 tahun 2020 sebesar Rp600 ribu per penerima manfaat.

“Saya menerima bantuan sebesar Rp600 ribu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pemerintahan desa yang telah memberikan bantuan, sehingga dengan adanya bantuan ini sangat membantu khususnya saya dan pada umumnya warga yang lainnya yang sama menerima bantuan,” ujar salah satu warga penerima BLT DD yang enggan menyebutkan namanya.

Kepala Desa Glempangpasir, Margana, saat dimintai keterangan perihal bantuan tersebut mengatakan bahwa desanya mendapat total Dana Desa tahun 2020 sebesar Rp1.005.000.000, dan dari total anggaran DD BLT itu 30% sudah cair.

“Saat ini untuk BLT DD tahap 1 sudah kami salurkan kepada 94 KK dengan besaran Rp600 ribu/KK dan untuk BLT DD tahap 2 belum disalurkan yang dikarenakan belum ada putusan atau instruksi dari pusat,” tegasnya.

Advertisement

Dia menambahkan jika dijumlah keseluruhan jumlah penerima bantuan yang bersumber dari Dana Desa, Provinsi dan Kabupaten serta lainnya hampir berjumlah 1.000 KK, bahkan lebih. “Jika ditambahkan jumlah penerima bantuan yang bersumber dari relawan yang telah terkumpul bisa sampai setengahnya,” tuturnya.

Margana pun menambahkan banyak program yang ditunda seperti pengerjaan jalan serta perbaikan jalan-jalan yang ada di desa tersebut.

“Untuk bantuan yang bersumber dari provinsi dan kabupaten, selaku perangkat desa hanya memfasilitasi dan mengajukan nama-nama penerima bantuan. Penerima langsung menerima bantuan dari pengurusnya, tidak melalui desa,” paparnya.

Margana juga menambahkan bahwa pihaknya belum memberikan izin kepada pengelola tempat pariwisata untuk beroperasi demi mencegah penyebaran virus covid-19. “Hal ini akan dikaji kembali, jika situasi mulai membaik izin tersebut akan segera diberikan kepada pengelola tempat pariwisata,” ucapnya.

Reporter: Yudi, Sunardi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*