Kelangkaan BBM Akibat Blokade Arab Saudi, Yaman Terpaksa Tutup Rumah Sakit Secara Bertahap

Seorang anak lelaki menangis di depan reruntuhan bangunan yang dijatuhi bom dari serangan udara pimpinan Arab Saudi di San'a, Yaman. (dok. Xinhua)
Seorang anak lelaki menangis di depan reruntuhan bangunan yang dijatuhi bom dari serangan udara pimpinan Arab Saudi di San'a, Yaman. (dok. Xinhua)

(KM) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yaman mengumumkan semalam 28/6 bahwa rumah-rumah sakit di Yaman akan ditutup secara bertahap. Penyebabnya adalah berlanjutnya krisis kelangkaan BBM akibat ditahannya kapal tanker oleh Koalisi Arab Saudi di tengah berkecamuknya perang di negara Arab termiskin itu.

“Lantaran langkah negatif PBB dan tiadanya peran nyata organisasi tersebut di Yaman, penduduk Yaman harus bersiap menyambut bencana kesehatan di hari-hari mendatang,” demikian disebutkan dalam pernyataan Kemenkes Yaman, seperti dilansir al-Alam.

Adapun yang dimaksud dengan langkah negatif adalah keputusan Sekjen PBB Antonio Guterres yang menghapus Saudi dari daftar pelanggar hak anak-anak.

“Dengan berlanjutnya sikap keras kepala Koalisi Saudi, Uni Emirat Arab, yang didukung AS, dalam menahan kapal tanker pembawa BBM di pelabuhan Jizan dan mencegah masuknya produk minyak ke Yaman selama lebih dari satu bulan terakhir, kita akan menyaksikan bencana sangat besar di semua sektor, terutama sektor kesehatan,” kata Kemenkes Yaman.

“Kami umumkan kepada rakyat Yaman dan masyarakat dunia, bahwa BBM yang tersedia hanya mencukupi kebutuhan beberapa hari saja. Artinya, kami terpaksa menutup layanan rumah sakit pemerintah dan swasta secara bertahap berdasarkan prioritas.”

Advertisement

Menurut Kemenkes Yaman, rata-rata konsumsi BBM sektor kesehatan pemerintah dan swasta mencapai 2.596.230 liter per bulan.

Berdasarkan laporan ini, kebutuhan rumah sakit kepada BBM terus meningkat, seiring penyebaran virus corona di Yaman. Yaman juga perlu membangun markas isolasi, menjalankan program disinfektasi, dan menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

“Problem kelangkaan BBM tak hanya berkaitan dengan pengoperasian rumah sakit saja. Tapi juga berhubungan dengan transportasi pasien ke rumah sakit. Sebab itu, banyak orang sakit yang terpaksa tinggal di rumah, sebab tak ada BBM untuk kendaraan yang bisa membawa mereka ke rumah sakit. Sehingga mereka meregang nyawa dalam kesunyian,” kata Kemenkes Yaman.

Kemenkes Yaman menyebut PBB, Sekjen PBB, dan wakil khususnya di Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bencana yang muncul akibat blokade Koalisi Saudi.

Hingga saat ini, 22 tanker Yaman masih ditahan Koalisi Saudi di pesisir al-Hudaydah. Padahal, menurut sebuah sumber di pelabuhan al-Hudaydah, tanker-tanker tersebut sudah mendapat izin PBB untuk berlayar.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*