Iran Kecam Penghapusan Arab Saudi dari Daftar Hitam Pelanggar Hak Anak di PBB

Seorang anak lelaki menangis di depan reruntuhan bangunan yang dijatuhi bom dari serangan udara pimpinan Arab Saudi di San'a, Yaman. (dok. Xinhua)
Seorang anak lelaki menangis di depan reruntuhan bangunan yang dijatuhi bom dari serangan udara pimpinan Arab Saudi di San'a, Yaman. (dok. Xinhua)

(KM) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, dengan nada pedas menanggapi berita dihapusnya Saudi dari daftar hitam pelanggar hak-hak anak.

“Hanya berselang beberapa hari setelah melayangkan tuduhan tak berdasar kepada Iran, Sekretariat PBB menutup mata dari kejahatan Koalisi Saudi [dalam Perang Yaman]. Padahal PBB sendiri sudah mengakui bahwa Koalisi telah membunuh ratusan anak-anak Yaman. Saudi (dengan uang) dan AS (dengan arogansinya) telah mengolok-olok mekanisme internasional,” cuit Mousavi dalam laman Twitter-nya, dikutip oleh media Tasnim.

Sebelum ini, Mousavi juga menyatakan keprihatinan atas langkah Sekjen PBB Antonio Guterres yang mencabut Saudi dari daftar hitam tersebut.

“Sekjen PBB telah menghapus Saudi dari daftar para pembunuh anak-anak, padahal menurut pengakuan badan-badan internasional, banyak anak dan remaja Yaman yang tewas secara mengenaskan. Contohnya seperti serangan udara ke bus yang mengangkut siswa sekolah serta pengeboman udara atas rumah, sekolah, dan rumah sakit. Berita dan foto-foto memilukan dalam kejadian itu tak bisa dipungkiri,” kata Mousavi.

Sebelumnya, lembaga internasional itu pernah menempatkan Arab Saudi dalam daftar hitam pelanggar hak anak di PBB, namun tidak lama kemudian dihapus dari daftar itu. Menurut Mousavi, langkah tersebut lantaran PBB mendapat “ancaman finansial” dari Arab Saudi.

Advertisement

“Tentu tindakan seperti ini sudah pernah dilakukan (oleh PBB). Yaitu saat Sekjen PBB pada tahun 2015 menghapus nama Saudi dari daftar ini. Penyebabnya adalah adanya ancaman finansial dari Saudi kepada PBB,” lanjutnya.

“Sayangnya, sebagian pihak di PBB, setelah disogok dolar-dolar Saudi, berusaha membersihkan negara ini dari kejahatan yang dilakukannya di Yaman. Padahal Kantor Koordinator Kemanusiaan PBB mengumumkan, tiap 10 menit seorang anak Yaman kehilangan nyawa akibat dampak perang dan blokade yang diberlakukan Koalisi Saudi atas Yaman.”

Logika yang mendasari dihapusnya Saudi dari daftar hitam karena “hanya 222 anak” yang tewas dan terluka akibat serangan udara Koalisi, disebut Mousavi sebagai “logika yang menjijikkan.”

“Kesimpulan logika semacam ini adalah bahwa di mata Sekretariat PBB, kematian atau cedera yang dialami ratusan anak ini hanya ‘insiden yang tidak penting’, atau bahwa ini adalah ‘sebuah kemajuan’ bagi Saudi dibanding reputasi kelamnya di masa lalu. Ini merupakan bukti lain akan adanya dualisme dan standar ganda dalam masalah HAM,” pungkas Mousavi.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*