Dukung Gerakan Anti Rasisme, Komunitas Muslim Amerika Serikat Serukan Reformasi Total Praktik Kepolisian

(stock)
(stock)

(KM) – Umat Islam di Amerika Serikat menyuarakan dukungan mereka atas gerakan anti-rasisme di seluruh negeri yang dipicu oleh kematian George Floyd, dan menyerukan reformasi institusi kepolisian untuk melarang tindakan rasis, kebrutalan dan diskriminasi terhadap warga kulit hitam, Press TV melaporkan.

Setelah kematian Floyd akibat kebrutalan polisi bulan lalu, puluhan organisasi Muslim di AS menyatakan solidaritas dengan para demonstran anti-rasisme, menuntut diakhirinya kebrutalan polisi dan viktimisasi terhadap warga AS kulit hitam.

“Kejahatan terhadap Muslim kulit hitam yang tidak bersenjata memiliki sejarah panjang dan meresahkan,” bunyi keterangan kelompok bernama Muslim Advocates dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Senin, 15 Juni.

“Hari ini, kami berkomitmen untuk mengambil tindakan mendukung organisasi-organisasi yang dipimpin oleh para kulit hitam di garis depan gerakan ini,” tambah organisasi hak sipil tersebut dalam pernyataannya.

“Kami bergabung bersama untuk menyerukan reformasi terhadap praktik kepolisian negara kami, termasuk kebrutalan dan penggunaan kekuatan ekstrem, juga doktrin imunitas yang mencegah polisi dari dimintai pertanggungjawaban secara hukum ketika mereka melanggar hukum, perlu dihapuskan.”

Advertisement

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa penggunaan kekuatan seharusnya diletakkan sebagai upaya terakhir, hanya ketika benar-benar diperlukan.

Pernyataan itu menunjuk pada sistem peradilan AS yang menurut mereka perlu direformasi secara keseluruhan.

Direktur kelompok Muslim Advocates, Farhana Khaera mengatakan bahwa “mengambil tindakan nyata untuk mengakhiri kekerasan polisi anti-kulit hitam” adalah permintaan minimal dari 95 organisasi yang ikut menandatangani pernyataan itu.

“Beberapa akan meminta lebih banyak,” tambah Khera.

Kematian Floyd memicu protes terhadap kebrutalan polisi dan diskriminasi rasial di AS dan banyak negara dunia. Kematiannya juga menghidupkan kembali diskursus tentang viktimisasi Muslim kulit hitam di AS.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*