“Gerakan Pengawal Pancasila Bogor Raya” Tuntut Cabut RUU HIP dari Prolegnas, Waspadai Kebangkitan Komunisme

Silaturahmi GP2BR di UIKA, Kota Bogor, Minggu 28/6/2020 (dok. KM)
Silaturahmi GP2BR di UIKA, Kota Bogor, Minggu 28/6/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pernyataan sikap berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam “Gerakan Pengawal Pancasila Bogor Raya” (GP2BR) terhadap gejolak panas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) ditegaskan bersama-sama dalam forum silaturahmi yang digelar di Masjid Al Hijri 2 Universitas Ibnu Khaldun, Kota Bogor, Minggu 28/6.

“Kami segenap para perwakilan ulama, pimpinan pondok pesantren, ormas, LSM, aktivis, dan para tokoh pergerakan se-Bogor Raya hari ini dengan tegas menyatakan sikap kami menolak RUU HIP,” ungkap Subhan Murtadla, Koordinator GP2BR usai acara.

“Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT, GP2BR menyatakan, pertama menolak RUU HIP dan meminta DPR untuk mengeluarkannya dari PROLEGNAS. Kedua, mendukung penuh fatwa MUI pusat dan MUI provinsi se-Indonesia untuk menolak RUU HIP. Ketiga, meminta semua pihak untuk mewaspadai kebangkitan komunisme dalam segala bentuknya. Keempat, mengajak semua elemen masyarakat untuk melakukan apel akbar menolak kebangkitan PKI,” paparnya.

Advertisement

Penolakan senada disampaikan Ketua Komunitas Paguyuban Terminal Baranangsiang (KPTB) Tedy Irawan, yang turut hadir dalam forum tersebut.

“Kami KPTB yang jelas sangat tidak setuju dan menolak keras RUU HIP. Dengan sikap yang sama maka itu kami ikut dalam GP2BR,” ungkap Tedy.

“Jika memang ada pihak yang coba merubah Pancasila, dan mengoyak – ngoyak NKRI, kami KPTB tidak akan segan untuk turut berjuang menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI,” tutup Tedy.

Reporter: Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*