Wanita Ini Berjuang Rebut Kembali Hak Asuh 2 Anaknya dari Mantan Suami yang Dituduh Lakukan KDRT dan Selingkuh

Visit Ida Rahayu, warga Denpasar, Bali, yang tengah memperjuangkan hak asuh atas 2 anaknya dari mantan suaminya (dok. KM)
Visit Ida Rahayu, warga Denpasar, Bali, yang tengah memperjuangkan hak asuh atas 2 anaknya dari mantan suaminya (dok. KM)

DENPASAR, BALI (KM) – Konflik rumah tangga antara suami istri kerap terjadi dimanapun dan berujung pada perceraian. Keadaan tersebut tentunya berdampak terhadap anak-anak yang masih memerlukan perhatian kedua orang tuanya tersebut.

Hal tersebut yang turut dialami oleh Visit Ida Rahayu (29) yang digugat cerai oleh suaminya Michael William Ramschie (35) di Pengadilan Agama Denpasar Bali pada Oktober 2019 lalu. Sayangnya, proses gugatan cerai tersebut dianggap oleh Visit sebagai hal yang aneh, karena menurutnya, dirinyalah yang telah dizalimi oleh sang mantan suami sejak dirinya mengetahui bahwa mantan suaminya tersebut telah berselingkuh dan melakukan kekerasan fisik dan mengusir dirinya sekaligus membawa lari dua orang buah hatinya yang baru berumur 3 dan 5 tahun.

Visit berkisah, sebelum dirinya digugat cerai pada Oktober 2019, dirinya telah diusir dan dipisahkan dari dua orang buah hatinya yang masih balita sejak awal Maret 2019 lalu. Visit baru berhasil menemukan keberadaan suami dan anaknya pada Juni 2019.

Menurut pengakuan Visit, suaminya tersebut mengatakan bahwa jika dirinya ingin bertemu dengan anak-anak cukup di mal saja, dan dirinyapun mengikuti permintaan tersebut.

“Selama tiga kali saya bertemu dengan anak-anak di salah satu mal yang ada di Bali, semakin saya merasa khawatir dengan kondisi kejiwaan anak-anak saya. Ternyata selama ini suami saya seakan-akan ingin mengganti saya sebagai ibu kandung dari anak-anak saya dengan selingkuhannya, karena terakhir kali bertemu, anak-anak memanggil saya ‘tante siapa?’ Seketika saya berfikir apa yang sudah dilakukan suami saya terhadap anak-anak saya? Bagaimana bisa anak-anak saya yang berumur 3 dan 5 tahun dalam waktu yang singkat tidak mengenali saya lagi? Saya tidak sanggup memikirkan hal buruk apa yang mungkin terjadi terhadap anak-anak saya. Setelah itu tiba-tiba suami dan anak anak saya menghilang tanpa kabar, dan di bulan Oktober 2019 saya digugat cerai oleh suami saya,” papar Visit kepada tim media baru-baru ini.

Advertisement

“Seharusnya mereka bersama saya, ibu yang melahirkan mereka, sampai saat ini saya masih mengikuti proses yang ada di Pengadilan Negeri Bali untuk memperjuangkan hak asuh anak-anak saya,” tegas Visit.

“Saya pun membuat laporan tentang KDRT, kekerasan psikis, dan penelantaran ekonomi di Polda Bali, dan alhamdulillah berdasarkan surat pemberitahuan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Bali, Direktorat Reserse Kriminal Umum Denpasar Bali, perihal perkembangan hasil penyidikan, status mantan suami saya dapat direkomendasikan naik sebagai tersangka,” lanjutnya.

Visit berharap di momen Hari Ibu Sedunia yang dirayakan setiap bulan Mei, dirinya meminta dukungan dan doa dari semua ibu yang ada di dunia terutama di Indonesia agar hak asuh anak-anak nya dikembalikan secara hukum kepadanya.

“Saya memohon dukungan dan doa dari semua Ibu yang ada di Indonesia dan semua Ibu yang ada di dunia, di hari Ibu Sedunia ini, doakan saya agar saya dapat berkumpul kembali dengan anak-anak tercinta saya, agar saya mendapatkan hak asuh anak-anak saya kembali, Allahu Akbar,” tutupnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*