Proyek Tol Serang-Panimbang Diduga Berimbas Banjir di Jalan Akses Desa Kamuning, Warga Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah

Kondisi banjir di Kampung Cigobang, Desa Kamuning, Serang, Mei 2020 (dok. KM)
Kondisi banjir di Kampung Cigobang, Desa Kamuning, Serang, Mei 2020 (dok. KM)

SERANG (KM) – Jalan Kampung Cigobang, Desa Kamuning, tidak bisa dilalui lantaran terendam air sekitar satu meter, sehingga aktivitas warga pun lumpuh. Mereka menduga genangan air itu merupakan imbas dari proyek tol Serang-Panimbang.

“Sebelum ada proyek tol ini kampung kami tidak pernah ada banjir sebesar itu yang mengakibatkan padi rusak, jalan juga rusak. Kami pun tidak bisa bergerak kemana-mana, apalagi di bulan Ramadan begini kami mau beli apa-apa kan gak bisa keluar,” ujar Asep, warga setempat, saat ditemui KM Jumat 1/5.

Asep mengecam keras proyek tol yang “tidak bertanggung jawab” dan lalai terhadap saluran air di wilayah setempat. “Apakah proyek tol tersebut ada tanggung jawab sama kami? Sampai sekarang pun biasa-biasa saja, kami pun mengadu kepada siapa lagi” ucapnya.

“Mau sampai kapan pemerintah diam saja tidak pernah perhatikan kampung kami, dan kami juga manusia bukan binatang yang selama banjir tidak ada bantuan dari pihak mana pun apa lagi dari pihak proyek tol satu pun tidak pernah datang, padahal yang menyebabkan banjir tersebut adalah tidak ada nya saluran air tersebut,” tegas Asep.

Advertisement

Ketua LSM Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM) Hikmat mengaku akan menyikapi permasalahan ini sampai tuntas, karena ia menilai bahwa proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang banyak merugikan masyarakat.

“Kami berharap kepada pemerintah agar bisa meninjau ke lokasi tersebut dan agar memikirkan warga yang mendapatkan musibah dampak pembangunan tol tersebut. Jangan cuma memikirkan pembangunan nasional tapi tidak memikirkan warga yang terkena dampaknya,” tegasnya Hikmat.

Reporter: pardi, wahid
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*