BEM STIKIP Muhammadiyah Bogor Desak Pemkab Segera Tuntaskan “Carut Marut” Data Penerima Bansos Covid-19

Ilustrasi
Ilustrasi

BOGOR (KM) – Carut marut data penerima bantuan sosial (bansos) covid-19 di Kabupaten Bogor harus segera dituntaskan. Hal tersebut disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKIP Muhammadiyah Bogor.

“Carut marut pendataan di Kabupaten Bogor, suatu kegagapan Pemerintah Daerah, dalam pendataan warga yang seharusnya menjadi penerima bansos dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini,” ungkap Presiden Mahasiswa STIKIP Muhammadyah Bogor Hendi kepada awak media, Minggu 3/5.

“Ya buruknya pendataan penerima bansos mencuat setelah RT/RW Kelurahan Sukahati menolak bansos dampak covid-19. Dilanjut puluhan Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor mendatangi Kantor Bupati Bogor beberapa waktu lalu,” tambah Hendi.

Menurut Hendi, sebagian data yang dipakai Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak adalah data lama, yaitu data tahun 2009.

Advertisement

“Itu data penerima bansos adalah data lama yang digunakan oleh Dinsos Kabupaten Bogor, data warga tahun 2009,” ujar Hendi.

“Jadi data sudah tidak wajar. Bansos untuk warga yang terdampak pandemi covid-19, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bermasalah dan tidak tepat sasaran,” tambahnya.

“Untuk itu kami meminta agar data penyaluran tiga sumber bansos ini diperbaiki sebelum didistribusikan karena bantuan tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Hendi.

Lebih lanjut Hendi mengatakan, “kami mahasiswa meminta kepada Bupati Bogor agar menepati janjinya untuk serius mendistribusikan bansos, untuk masyarakat dan segera selesaikan data yang carut marut tersebut.”

“Jika data masih carut marut siap-siap akan menimbulkan gejolak di masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Hendi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*