Polri Kerahkan Lebih dari 170 Ribu Anggotanya untuk Cegah Mudik

Kabaharkam Polri Paparkan Agenda Pengamanan Idul Fitri Dalam Rakor Tingkat Menteri, Rabu 20/5/2020
Kabaharkam Polri Paparkan Agenda Pengamanan Idul Fitri Dalam Rakor Tingkat Menteri, Rabu 20/5/2020

JAKARTA (KM) – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, mewakili Kapolri mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menko Polhukam melalui videoconference dari Ruang Rapat Utama Baharkam Polri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu malam, 20/5.

Dalam kesempatan tersebut, Kabaharkam Polri turut didampingi oleh Wakabareskrim Polri, Kakorlantas Polri, dan Kapusdokkes Polri. Rapat tersebut digelar dengan agenda laporan perkembangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, kasus physical distancing di Wisma Atlet, kebutuhan PCR di Jawa Timur, dan pengamanan Idul Fitri.

Terkait kesiapan pengamanan Idul Fitri 1441 H, Kabaharkam Polri menjelaskan bahwa Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2020 dengan kekuatan 172.380 personel, serta personel gabungan TNI dan Dishub, yang disebar di 56 titik pengawasan untuk mencegah masyarakat mudik.

“Sudah ada 54 ribu kendaraan dikembalikan ke Jakarta karena tidak mematuhi imbauan pemerintah dan protokol kesehatan,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Advertisement

Kabaharkam juga mengatakan bahwa pihak kepolisian turut berupaya menjaga stabilitas pangan dengan membentuk Satgas Pangan. Selain itu Polri juga membentuk Satgas anti hoaks dan ujaran kebencian, Satgas BBM, dan Satgas anti teror. “Bulan Maret-Mei kami sudah melakukan 49 penangkapan tersangka teroris dan akan terus melakukan penindakan serta penyelidikan terhadap hal ini,” jelasnya.

Tetkait dengan kegiatan takbiran dan salat id, Agus Andrianto menegaskan bahwa Kapolri telah mengeluarkan Surat Telegram agar jajaran kepolisian kewilayahan melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan, Surat Edaran Menteri Agama, dan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan merangkul tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan khususnya tokoh agama.

“Bila masyarakat tetap memaksakan melaksanakan salat id, Polri akan mengimbau dan mengawasi agar pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*