Gubernur Bengkulu Harap Kepatuhan Masyarakat di Era “New Normal”

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat acara HUT ke-140 Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong Sabtu 30/5/2020 (dok. KM)
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat acara HUT ke-140 Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong Sabtu 30/5/2020 (dok. KM)

BENGKULU (KM) – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta dukungan kepatuhan seluruh elemen masyarakat Provinsi Bengkulu dalam menyongsong new normal saat memberi sambutan pada acara hari jadi Kota Curup Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang ke-140 pada Sabtu 30/5.

Dikatakan oleh Rohidin, dukungan serta kepatuhan masyarakat “sangat diperlukan” dalam mendukung langkah ini, mengingat perkembangan dan pergerakannya harus tetap dengan protokol kesehatan.

“Kita mulai membangun semangat baru, meningkatkan produktifitas agar kita mulai dengan aman di tengah-tengah wabah covid, namun aktivitas pemerintahan, kemasyarakatan serta ekonomi masyarakat juga harus kita kembangkan untuk bergerak maju dengan tetap dengan protokol kesehatan,” papar Rohidin.

Rohidin pun di tengah wabah covid-19 tetap memberikan apresiasi dan mengajak semua masyarakat Provinsi Bengkulu, khususnya masyarakat Kota Curup, agar semangat menyambut hari jadi Kota Curup. “Tahun ini, kita sungguh prihatin dengan kondisi daerah dan bangsa kita akibat pandemi virus corona, hingga saat ini Kabupaten Rejang Lebong masih berstatus zona hijau,” jelas Rohidin yang senada dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Kab Rejang Lebong Hijazi beberapa waktu yang lalu.

Advertisement

Tidak hanya sampai di situ, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga mengajak semua masyarakat Provinsi Bengkulu untuk bersama mematuhi protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Hanya dengan komitmen bersama dan semua pihak, lembaga dan kesiap siagaan masyarakat Prov Bengkulu dan yang terutama kepatuhan masyarakat akan mempercepat kita bebas dari virus covid-19,” ajak Rohidin.

Reporter: Tajar
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. Menurut pakar Sosiologi dari Universitas Airlangga penerapan New Normal bisa menajdi penyebab terjadinya konflik sosial. Hal ini dikarenakan kondisi pandemi saat ini memberikan pengaruh sosial-ekonomi yang begitu besar sehingga berbagai pihak harus beradaptasi, Selengkapnya baca di http://news.unair.ac.id/2020/06/13/new-normal-pakar-sosiologi-unair-konflik-sosial-berpotensi-terjadi-di-seluruh-kalangan-masyarakat/

Leave a comment

Your email address will not be published.


*