Terkurung Imbas Lockdown di Yogyakarta, Mahasiswa Asal Paniai Minta Bantuan Pemda Paniai

Mahasiswa Paniai di Yogyakarta usai rapat di Asrama Paniai, Kamis 9/4/2020 (dok. KM)
Mahasiswa Paniai di Yogyakarta usai rapat di Asrama Paniai, Kamis 9/4/2020 (dok. KM)

TIMIKA (KM) -Di tengah ancaman pandemik coronavirus disease atau covid-19 yang sengit, mahasiswa asal Paniai di Yogyakarta mengeluhkan “rasa merananya” kepada pemerintah daerah Kabupaten Paniai. Mereka meminta pemda segera menyokong sembako dan fasilitas pendukung lainnya demi kelancaran dan keberlangsungan hidup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Hal tersebut dibeberkan oleh Deki Degei, ketua badan pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Yogyakarta, dalam sebuah rapat bersama anggota yang dikemas pada Kamis 9/4. “Kami telah pantau sudut-sudut kota Yogyakarta, ternyata semua toko, kios, warung makan dan warung internet di lockdown, artinya sudah mengurangnya vitalitas dan aktivitas bagi kami mahasiswa,” ujar Deki.

“Kami desak prioritasnya tidak hanya soal makan dan minum saja tapi juga menyediakan falisilitas penunjang kuliah, karena ada kampus-kampus yang masih sedang melakukan kuliah online,” tambahnya.

“Rapat kali ini spesifiknya, kami minta bantuan berupa bama di samping itu persediaan voucher wifi, kemudian listrik juga penting karena kuliahnya kami bersifat online,” lanjutnya.

Advertisement

Sementara itu, mahasiswi Papua APMD Andariana Yogi turut mendesak para bupati kawasan Meepago, khususnya Bupati Paniai, Meki Nawipa dan Wakil Bupati Oktopianus Gobai, agar segera memberi bantuan kepada mahasiswa di Yogyakarta.

“Pada intinya itu kami meminta bantuan kepada para bupati-bupati, khususnya Bupati Paniai, Bapak Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai agar bisa memperhatikan mahasiswa yang dimana kita juga adalah sebagai generasi penerus untuk membangun Kabupaten Paniai,” tegas Andariana.

“Selama beberapa hari terakhir ini kami mengalami masalah-masalah krusial dengan tidak tersedianya kebutuhan primer di tanah rauntauan.”

“Disini kami mengalami masalah ekonomi, sembako, ini juga susah kiriman orang tua apalagi kebanyakan orang tua kita sana kan rata-rata petani,” ungkapnya.

Reporter: Yubal, Ernest
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*