KUPAS KOLOM: Rakyat Papua Menyikapi Covid-19, Tetap Tenang, Waspada dan Lockdown

Kontributor KM Yunus Gobai
Kontributor KM Yunus Gobai

Oleh Yunus Gobai, Perwakilan Kupas Merdeka Provinsi Papua

Pandemi virus covid-19 yang sudah melanda lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Banyak negara masih berlomba dengan waktu untuk menanggulangi pandemi yang sudah menelan puluhan ribu korban jiwa ini.

Di Indonesia, data terbaru jumlah kasus positif virus corona yang dirilis pada hari ini pun masih memperlihatkan peningkatan. Angka kematian pasien covid-19 juga terus bertambah.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diperbaharui pukul 15.40 WIB, Jumat, 10 April 2020, total jumlah kasus positif corona di Indonesia mencapai 3.512 pasien.

Sedangkan di dunia, total jumlah kasus positif corona melebihi 1,6 juta.

Sayangnya, kebiasaan pemerintah yang lamban dalam menangani suatu kasus juga berdampak pada penanganan pandemi ini. Walaupun begitu, saya percaya pemerintah serius melakukan penanganan, meskipun pada kenyataannya belum maksimal.

Kenapa belum maksimal? sebagai contoh pemerintah gelagapan saat ada kasus pertama di Indonesia. Ada miskomunikasi antara Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan soal pengumuman kasus pertama, beruntung pemerintah cepat memperbaiki dengan menjadikan Achmad Yurianto sebagai juru bicara mengenai pandemi ini.

Realita Covid-19 Terkini di Papua

Selama dua bulan terakhir, banyak orang Papua yang masih belum bisa mengaku kalau virus ini benar dan mematikan. Kebanyakan kurang informasi. Masyarakat masih bisa santai bahkan mungkin menjadikan virus ini bahan lelucon. Hingga pada Senin, 6 April 2020 media KABARMAPEGAA mencoba mengupdate bahwa: Provinsi Papua di Kota Jayapura terdapat 12 kasus positif, 8 dalam perawatan, 3 orang dinyatakan sembuh dan 1 meninggal dunia. Kemudian di Mimika, ada 8 pasien positif, 7 perawatan dan karyawan PT Freeport Meninggal. Untuk di Merauke, total ada 4 orang, 2 pasien dinyatakan sembuh dan 2 pasien lain masih dalam perawatan. Dan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah 5.852 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 45 orang. Seluruh ringkasan diatas itu realitas terkini di tanah Papua.

Melihat dengan realitas di tanah Papua saya mencoba mengusulkan kepada Tim gugus Covid-19, Dinas Kesehatan dapat spesifik mengumumkan area penderita positif di wilayah distrik, kelurahan, desa dan kampung baik ODP agar disampaikan oleh media cetak dan media online.

Dimana Provinsi Papua serta kabupaten dan distrik, agar masyarakat Papua dan non Papua dapat mengetahui dimana gerakan gubernur dan bupati serta wali kota dalam pencegahan covid-19, contoh: kelurahan A positif berapa? ODP? Kelurahan B? Kelurahan C? Agar giat-giat masyarakat akan berkurang. Dengan ini saya mengusulkan Pemprov Papua, Kabupaten/kota dan Freeport harus terbuka kepada masyarakat kecil ini agar mereka bisa lebih berhati-hati, tenang dan waspada.

Lockdown Penting Untuk Selamatkan Rakyat dari Covid-19?

Setelah Presiden Jokowi, Tito Karnavian dan Luhut Binsar Panjaitan menolak hasil dari keputusan Forkopimda Provinsi Papua untuk memberlakukan pembatasan sosial di Papua, kini Pemerintahan Provinsi Papua serta 29 Kabupaten/kota di tanah Papua dinyatakan 5.852 ODP, dengan korban meninggal dunia. Atas dasar tersebut pihak pemerintah distrik dan desa setempat segera mengambil langkah menutup akses di dusun wilayahnya alias local lockdown.

Advertisement

Upaya ini jitu! Maka, saat ini dimana distrik dan desa serta dusun-dusun kampung yang ditutup akses jalan keluar masuk menggunakan portal dan dijaga ketat oleh warga setempat untuk menyekat masyarakat dari luar yang hendak masuk, upaya mencegah covid-19 ini merupakan langkah yang strategis, jitu dan mahir untuk menyelamatkan rakyatnya dari bahayanya wabah covid-19 di Papua.

Mengantisipasi penyebaran virus covid-19, ada beberapa Kabupaten seperti Mamberamo Tengah, Ndugama dan Distrik Fajar Timur Kabupaten Paniai, dan di Desa Kadun Jaya, distrik Wania Kabupaten Mimika melakukan lockdown dan sudah membangun pos penjagaan dan palang

Tujuan pembuatan pos penjagaan pemalangan ini, agar mereka dapat keselamatan diri serta melindungi masyarakat. Sebab semakin hari, semakin berkembang covid-19 di seluruh indonesia dan khususnya Provinsi Papua.

Masuknya covid-19 di Provinsi Papua sudah semakin mengkhawatirkan masyarakat didalam penanganannya. Namun rakyat Papua tetap aktif di pos penjagaan dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Jadi Pemerintah Provinsi Papua, 29 Kabupaten/kota se tanah Papua juga agar memfasilitasi alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, alat pendeteksi suhu tubuh dan disinfektan kepada semua pos distrik, desa, dan kampung di wilayah kerjanya di Papua.

Hal ini guna menyelamatkan masyarakat setempat dari berbagai distrik, desa serta kampung agar mencegah penyebaran covid-19 dan mengatasi masuknya warga dari luar kota dan perketat pemeriksan. Wajib juga meberikan ketegasan kepada masyarakat Papua dan non Papua untuk mengurangi aktivitas.

Lockdown lokal ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah Kabupaten Provinsi Papua guna untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran covid-19 di Kabupaten, Distrik, Desa dan Kampung di Tanah Papua. Harapnya adalah semua Distrik, Desa dan Kampung yang ada di Provinsi Papua sampai kabupaten/ kota segera bertindak melakukan lockdown, agar menyelamatkan masyarakat kita dari bahayanya virus yang mematikan ini.

Kesimpulan

Begitu kondisnya mencekam dan subur serta merajalela di Papua maka dengan itu, pemerintah harus bersikap transparan dalam mengumumkan data persebaran covid-19 di Papua serta menyediakan ruang pengaduan dan fasilitas rumah sakit yang memadai. Di samping itu, masyarakat harus menerima informasi secara dewasa, tidak lagi menyebut media sebagai penyebab kepanikan, tapi menyikapi informasi dengan memilih dan melakukan pengecekan ulang terhadap keabsahannya. Lalu, masyarakat bisa mengikuti perkembangan penyebaran virus melalui kanal berita atau situs resmi yang dikembangkan pemerintah serta media lokal di Papua. Pemertintah pun harus terbuka update informasi yang ril. Kelihatanya Negara selalu saja ada pembungkaman pemberitaan informasi ke publik.

Bagaimana kalau Negara melalaikan dan bungkam? Provinsi Papua adalah bagian dari Indonesia, jadi berikanlah kesempatan dan membuka ruang untuk melakukan lockdown guna menyelamatkan rakyat Papua dari bahaya covid-19 yang begitu pesat mewabah di atas tanah pusaka Papua.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*