Meresahkan, KSP Masih Tagih Utang Warga Pamarayan di Tengah Wabah

Warga Kp. Pabuaran, Pamarayan, Serang yang mengeluhkan penagih utang dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) setempat (dok. KM)
Warga Kp. Pabuaran, Pamarayan, Serang yang mengeluhkan penagih utang dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) setempat (dok. KM)

SERANG (KM) – Masyarakat Kampung Pabuaran RT 005/001 Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, resah dengan ulah penagih utang dari koperasi dan perusahaan pembiayaan serupa yang masih saja melakukan penagihan ke nasabah. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan aturan terkait relaksasi kredit dari pinjaman lembaga pembiayaan hingga satu tahun kepada para pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak kebijakan karantina akibat wabah virus corona.

Elin, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa pihaknya berupaya melindungi masyarakat dari jeratan penagihan hutang.

“Kami berupaya melindungi masyarakat dari kejaran penagihan utang, khususnya dari koperasi simpan pinjam, baik yang harian maupun yang mingguan. Dikarenakan saat ini masyarakat benar-benar tidak mampu untuk membayar,” ujarnya

“Pihak koperasi juga dikatakan masih melakukan aktivitas kerumunan di masing-masing kelompok. Kami juga khawatir dengan adanya penyebaran virus corona, seharusnya mereka paham itu,” tegas Elin kepada awak media pada Senin 6/4.

“Gimana buat bayar koperasi, buat makan sehari-hari juga kesulitan.
Kerja suami kami pada diliburkan, jadi kami tidak bisa bayar.
Nanti di saat stabil lagi kami juga pasti akan membayar,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Advertisement

Diketahui sebelumnya, OJK telah mengeluarkan aturan terkait relaksasi kredit dibawah Rp 10 milyar kepada usaha mikro dan kecil agar mampu bertahan di tengah merebaknya virus corona.

Pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak corona mendapatkan kelonggaran penundaan cicilan kredit dari pinjaman perbankan/leasing hingga satu tahun.

Kebijakan ini tertuang dalam peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020
Tentang Perekonomian Nasional sebagai kebijakan dampak penyebaran virus corona. Penundaan cicilan kredit ini kepada pelaku usaha di sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pertanian dan penambangan.

“Kami mohon kepada Pemerintah setempat agar masyarakat terlindungi dari maraknya penagihan koperasi di saat wabah corona,” pungkas Yeni.

Reporter: pardi, Wahid
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*