Lebih Giat Lawan Penyebaran Wabah, KPN Bentuk “Kampung Siaga COVID-19” di Jakarta dan Bogor

Koordinator Wilayah Bogor Program KPN Tanggap Covid-19 Shane M. Hasibuan (dok. KM)
Koordinator Wilayah Bogor Program KPN Tanggap Covid-19 Shane M. Hasibuan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Organ relawan Komite Penggerak Nawacita (KPN) bekerja sama dan bergotong royong bersama warga membentuk “Kampung Siaga” dalam upaya pencegahan penyebaran wabah covid-19. Kampung Siaga covid-19 ini telah tersebar di sejumlah wilayah Jakarta dan Bogor.

Program Kampung Siaga Covid-19 ini merupakan salah satu program KPN dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Indonesia. Hingga kini, KPN telah membagikan dan mendistribusikan hand sanitizer, masker, penyemprotan disinfektan, dan wastafel portabel ke warga-warga di sejumlah wilayah di Jakarta dan Bogor.

Koordinator Wilayah Bogor Program KPN Tanggap Covid-19 Shane M. Hasibuan mengatakan, program Kampung Siaga Covid-19 dirumuskan dengan dasar “semangat gotong royong dengan mengajak masyarakat di tingkat RW untuk saling bahu membahu, mandiri dan cepat tanggap dalam kondisi darurat,” ungkap Shane kepada awak media, Minggu 5/4.

“Kami telah sejak awal turun langsung dengan aksi nyata ke masyarakat dalam menghadapi covid-19. Hal ini dilakukan guna membantu meringankan beban masyarakat juga sebagai bentuk kepedulian dalam membantu Pemerintah terutama Pemkot Bogor dalam menghadapi pandemi Covid-19,” tambah Shane.

“Sebelumnya, KPN juga telah menyerahkan wastafel portabel ke Pemkot Bogor untuk masyarakat. Hingga saat ini ada 6 Kampung Siaga Covid-19 di wilayah Kota Bogor. Kampung Siaga Covid-19 ada di wilayah RW 08 Kebon Pedes Kecamatan Tanah Sereal, RW 09 Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan, RW 09 Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah, RW 11 Bantarjati Kecamatan Bogor Utara, RW 05 Panaragan Kecamatan Bogor Tengah dan RW 04 Kedung Badak Kecamatan Tanah Sereal,” kata Shane.

Shane juga mengajak semua pihak untuk “melepaskan kepentingan pribadi dan golongan” serta bersama-sama bekerja melawan Pandemi Covid-19.

“Kita tidak punya waktu, kita tidak punya kemewahan untuk saling bertengkar ataupun menyalahkan. Ini saatnya kita bersatu padu, meletakkan semua perbedaan, kita kembali ke jati diri bangsa. Bangsa ini, bangsa yang tangguh karena kegotong royong, mari sama-sama kita hadapi, kita berbuat sesuai kemampuan kita masing-masing.”

“Saya yakin kita akan melalui semua ini dengan baik, dan pada saatnya nanti, kita menjadi bangsa yang tangguh yang telah melewati bencana kemanusiaan yang luar biasa ini,” pungkas Shane.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*