Balap Liar Digerebek Polisi Ternyata Uang Taruhan Hasil Minta Ortu

(dok. KM)
(dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Ada beberapa fakta menarik yang berhasil diungkap Polres Kebumen dari hasil penggerebekan balap motor liar di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong, Kebumen, Minggu 26/4 kemarin.

Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen, ada uang taruhan di dalam balap luar itu mencapai 700 ribu rupiah.

Uang taruhan yang merupakan hasil iuran para penonton itu ternyata hasil meminta kepada orang tuanya masing-masing.

“Kebanyakan dari mereka masih remaja dan di bawah umur. Uangnya hasil minta dari orang tua,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Senin 27/4.

Fakta selanjutnya, para pembalap dan penonton yang diamankan masih belum memiliki Surat Izin Mengemudi.

“Karena mereka masih di bawah umur, kita panggil juga orangtuanya. Kita panggil, selanjutnya kita berikan pengarahan agar anak-anak diberikan pembinaan di rumah,” kata AKBP Rudy.

Advertisement

Fakta berikutnya, ternyata balap liar memiliki grup WhatsApp. Saat pertandingan akan dimulai, anggota grup menginformasikan lokasi dan waktunya. Selanjutnya anggota grup akan memasang uang taruhan kepada salah satu bendahara.

Warga yang mengaku resah atas balap liar remaja ini melaporkan ke Polres Kebumen.

“Masih kami periksa, kendaraan bermotor bisa diambil tentunya dengan menunjukkan surat-surat kepemilikan dan mengembalikan dalam posisi standar,” tambahnya.

Menurut Kapolres, sepeda motor yang diamankan banyak yang menggunakan knalpot racing dan sudah dimodifikasi merubah ketentuan.

Di hadapan Kapolres, para remaja itu berjanji tidak akan mengulangi balap liar yang meresahkan masyarakat.

“Ini kan masih ada pandemi virus corona, baiknya jangan kemana- mana dahulu. Ini malah balapan ilegal,” tandasnya.

Reporter: evie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*