Kepsek Diduga Tilep Uang BOS Masih Menjabat, KOMPAK Tanjungbalai: “Disdik dan Inspektorat Kehilangan Wibawa, Mungkin Ada Konspirasi”

Ikbal Arifin Damanik, Sekretaris KOMPAK Tanjungbalai (dok. KM)
Ikbal Arifin Damanik, Sekretaris KOMPAK Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai mendesak Dinas Pendidikan Tanjungbalai agar segera mencopot Kepala Sekolah SDN 136263 Tanjungbalai, Nazmi, karena khawatir akan kembali “mempermainkan uang BOS tahun anggaran 2020 untuk kepentingan pribadinya.”

Desakan kepada Dinas Pendidikan Tanjungbalai tersebut langsung disampaikan oleh Sekretaris KOMPAK Tanjungbalai, Ikbal Arifin Damanik saat ditemui KM di kediamannya di Jl. Anwar Idris, Tanjungbalai, Senin 27/4.

“Sangat ironis kita lihat, ada oknum kepala sekolah yang sudah diperiksa APIP dan ketahuan tidak bisa mempertanggungjawabkan dana BOS tahun 2018, disuruh kembalikan, tapi sampai saat ini tidak dikembalikan, masih dibiarkan menjabat sebagai kepala sekolah di SD lain. Kami menilai Dinas Pendidikan, Inspektorat sudah kehilangan wibawa,” kata Ikbal.

“Wajar rasanya kita menduga mungkin Dinas Pendidikan dan Inspektorat malah dapat bagian, atau ada konspirasi dengan oknum guru tersebut, sebab sebelumnya kita baca di berita online bahwa guru tersebut mengatakan semua sudah aman,” tambah Ikbal.

Advertisement

Ikbal juga menyayangkan sampai saat ini Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak mengambil tindakan apapun terhadap Kepsek Nazmi, padahal sebagai seorang guru secara etika harus dituntut menjadi teladan untuk ditiru dan digugu.

Ia juga yakin bahwa denga jumlah uang yang seharusnya dikembalikan ke kas sekolah itu, sekolah bisa mempergunakan uang tersebut untuk menunjang sarana dan prasarana sekolah agar lebih maju.

“Sebenarnya jika bukan dalam kondisi pandemi saat ini, kami pasti sudah akan melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak Hajah Nazmi dicopot dari jabatan Kepala Sekolah SDN 136263, dan meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap, karena beliau diindikasi kuat merugikan negara,” pungkas Ikbal.

Diberitakan sebelumnya, Nazmi sewaktu menjabat Kepala Sekolah SDN 132404 Tanjungbalai tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan Dana BOS Triwulan 1, 2 dan 3 tahun anggaran 2018, sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat harus mengembalikan Rp 37.568.324,- ke Kas Sekolah, namun sampai saat ini belum disetorkan.

Reporter: RBB
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*