Aktivis: “Pemkot Bogor tidak Peka Terhadap Jeritan Masyarakat Kecil Terdampak Kebijakan Pencegahan Wabah Corona”

Balaikota Bogor (dok. kotabogor.go.id)
Balaikota Bogor (dok. kotabogor.go.id)

BOGOR (KM) – Akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan mulai Rabu 15 April 2020 mendatang. Terkait hal tersebut Gerakan Perjuangan Masyarakat Dan Mahasiswa (GERPAMMA) menilai Pemkot “seakan tidak peduli” terhadap dampak sosial ekonominya bagi masyarakat kecil.

“Gejolak permasalahan pandemi covid-19 ini sudah sangat santer sejak bulan Februari lalu, penanganan preventif pun sudah dilakukan, namun semua mengabaikan dampak ekonomi masyarakat Kota Bogor khususnya,” ungkap Ketua GERPAMMA Fatarizky kepada KM, Minggu 12/4.

“Sejak awal bulan Maret juga sudah berbagai macam kalangan, komunitas dan solidaritas-solidaritas kemasyarakatan bergerak dalam membantu upaya pencegahan dengan berbagai macam upaya, dari penyemprotan disinfektan, dan berbagai macam kebutuhan kesehatan,” tambah Fata.

“Seharusnya sejak awal Pemkot Bogor juga segera melakukan upaya [untuk meringankan] dampak ekonomi kalangan masyarakat kecil, yang hingga hari ini tidak dapat beraktivitas dengan normal.”

“Bahkan pengajuan anggaran saja baru dilakukan beberapa hari lalu, bagaimana dan kapan sampai ke tangan masyarakat?” kata Fata.

Sementara itu, dua hari lagi akan diberlakukan PSBB di Kota Bogor dan beberapa daerah lain. “Tentunya akan semakin membuat terdesaknya ekonomi atau penghasilan masyarakat kalangan bawah. Memang penanganan dari faktor kesehatan sangat penting, tapi jangan lupakan faktor ekonomi yang juga tidak kalah penting,” tegas Fata.

Hal senada disampaikan Sekertaris GERPAMMA Dendy, yang menuding bahwa kepekaan Pemkot Bogor terhadap masyarakat kecil “sepertinya tidak ada”. Gejolak kasus pandemi covid 19 sudah berbulan-bulan, namun ia menilai tidak ada upaya konkret Pemkot memberikan penyelesaian dalam dampak ekonomi masyarakat.

“Upaya apa yang dilakukan, jika baru kemarin ini mengajukan anggaran daerah, kemana aja itu kerjanya,” ujar Dendy yang juga Presiden Mahasiswa AKA Bogor.

Seharusnya, lanjut Dendy, Pemkot Bogor menjadi garda terdepan bagi masyarakatnya, dan kesulitan ekonomi yang dirasakan akibat dampak virus corona ini harus sejak awal disikapi dan dilakukan upaya konkret.

“Tidak semua masyarakat Kota Bogor ini sama kondisi ekonominya, jadi sejak awal adanya kebijakan-kebijakan dengan harus di rumah saja, langsung merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun hingga hari ini jeritan dan tangisannya tidak didengarkan,” pungkas Dendy.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.