Video Viral Keributan Pengurusnya di RSUD Tanjungbalai, Begini Penjelasan HIMPIPSOS

Dewan Pembina HIMPIPSOS Ade Willy (kiri) saat mendampingi pasien ODP virus corona di RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai, 16/3/2020 (dok. KM)
Dewan Pembina HIMPIPSOS Ade Willy (kiri) saat mendampingi pasien ODP virus corona di RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai, 16/3/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Ketua Himpunan Pemuda Islam Peduli Sosial (HIMPIPSOS) Tanjungbalai, Muawwir Sirait, merespon video yang viral di kalangan masyarakat Tanjungbalai yang memperlihatkan amarah salah satu petingginya terhadap petugas kesehatan di RSUD Tengku Mansyur. Ia menilai kejadian tersebut adalah “kesalahan dari berbagai pihak” sehingga menimbulkan kemarahan yang spontan dari Ketuda Dewan Pembina HIMPIPSOS Ade Willy terhadap petugas medis yang ada di RSUD Tengku Mansyur saat itu.

Muawwir juga menyatakan bahwa kejadian yang terekam dalam video yang sempat beredar luas di medsos hanya “sepenggal” sehingga tidak boleh dijadikan panduan atau acuan untuk mengambil sikap atau keputusan, apalagi tekanan untuk membuat video permohonan maaf tanpa klarifikasi dari HIMPIPSOS.

“Video yang beredar cuma sepenggal bang, jadi tak bisa la dibuat acuan untuk menekan sebelah pihak, apalagi pihak kami agar buat video permohonan maaf tanpa menjelaskan kronologi yang terjadi,” kata Muawwir kepada KM kemarin 24/3.

Muawwir kemudian menjabarkan kronologi kemarahan pembinanya, yang bermula pada Minggu (15/3) lalu sekira pukul 21.00 WIB, pihak HIMPIPSOS dihubungi SA melalui ponsel menyampaikan bahwa ada warga Kecamatan Tanjungbalai Utara inisial TG yang pulang dari Bogor 28/2 lalu yang mengikuti seminar yang sama dengan pasien yang meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, karena terinfeksi virus corona.

Dalam teleponnya, SA meninta HIMPIPSOS untuk mendampingi TG untuk cek kesehatan ke RSUD Tanjungbalai. Sebelumnya, SA juga telah melaporkan hal tersebut kepada pihak rumah sakit, IS dan kemudian dilanjutkan ke Dinas Kesehatan.

Menurut pemaparan Muawwir, atas laporan itu pihak RSUD dan Dinas berjanji akan melakukan penanganan cepat kepada TG untuk dikirim ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan guna pemeriksaan lanjut.

Esoknya 16/3 sekitar pukul 10.00 WIB, TG tiba di RSUD Tengku Mansyur didampingi SA dan Ade Willy. 3 jam berlalu belum ada penanganan dari pihak rumah sakit, sampai akhirnya pukul 13.05 WIB barulah dokter melakukan cek darah kepada TG.

Sementara itu, di media sosial facebook sudah beredar isu bahwa ada 1 pasien yg positif corona di Tanjungbalai yang sedang ditangani di RSUD Tengku Mansyur sehingga membuat pengguna medsos Tanjungbalai panik dan ramai yang mendatangi RSUD untuk memastikan.

“Melihat hal itu, Ade Willy kemudian berkoordinasi dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Sekitar 10 menit kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungbalai, Burhanuddin Harahap menelepon Ade Willy atas perintah Wali Kota dan kemudian berjanji akan membawa TG segera ke Medan,” lanjut Muawwir.

“Sampai dengan pukul 15.30 WIB, karena belum kunjung berangkat, SA menanyakan kepada pihak Rumah Sakit. Pihak Rumah Sakit mengatakan mereka tidak mau berangkat apabila APD tidak ada, namun sedang diupayakan dan menunggu dari Dinas Kesehatan.”

“Selesai salat Ashar sekitar pukul 16.40 WIB, SA dan Ade Willy kembali ke ruang IGD dan melihat TG belum juga dibawa. Kemudian SA menanyakan kepada 2 orang perawat jaga mengapa TG belum diberangkatkan, mereka hanya menjawab tidak tahu. Ketika ditanya kembali kemana harus koordinasi, mereka kembali menjawab tidak tahu.”

“Mendengar jawaban itu, sontak Ade Willy marah karena merasa sangat kecewa dan dipermainkan oleh pihak RSUD dan Dinas Kesehatan. Ade Willy khawatir jika betul TG positif COVID-19 maka banyak yang akan tertular pada saat itu juga akibat kelalaian pihak Dinas dan Rumah Sakit termasuk tenaga medis,” kata Muawwir.

“Saat Ade Willy dalam kondisi marah dan keluar kehalaman rumah sakit untuk membawa TG dengan mobil pribadinya, saat itulah pengunjung Rumah Sakit merekamnya dan mengupload ke media sosial sehingga ditonton banyak orang,” tambahnya.

Menurut Muawwir, keributan tidak akan terjadi jika pihak terkait menepati janjinya, dan masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan lagi. HIMPIPSOS juga meminta maaf apabila ada pihak yang tidak terlibat menjadi tersinggung mendengar ucapan yang dalam kondisi marah.

“Kami menyadari, mungkin dengan keadaan marah-marah tersebut ada pihak-pihak yang tersinggung, bersama dengan ini kami haturkan permohonan maaf, baik secara kelembagaan HIMPIPSOS, maupun tindakan pribadi pengurus kami, tidak ada alasan lain, peristiwa ini murni untuk kemanusiaan” pungkas Muawwir.

Muawwir juga menyampaikan salam hormat kepada seluruh tenaga medis dan pihak yang terlibat dalam penanganan COVID-19 serta menghimbau masyarakat untuk tidak mudah memberi penilaian dan menyebar kabar yang belum jelas duduk masalahnya terutama di media sosial.

“Salam hormat kami dari HIMPIPSOS untuk seluruh tenaga medis dan pihak yang menangani corona, dan masyarakat jangan mudah termakan kabar yang tak dipahami duduk masalahnya” tutup Muawwir.

Reporter: RBB
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*