SMKN 1 Dangdeur Klaim Tidak Ambil Uang Sepeserpun dari Peserta Program Kuliah Sambil Kerja di Taiwan yang Gagal Berangkat

Kwitansi pengembalian sebagian dari biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa SMKN 2 Dangdeur untuk pendaftaran program sekolah di Taiwan (dok. KM)
Kwitansi pengembalian sebagian dari biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa SMKN 2 Dangdeur untuk pendaftaran program sekolah di Taiwan (dok. KM)

SUBANG (KM) – Menyusul pemberitaan tentang adanya potongan uang pendaftaran untuk program kuliah sambil bekerja di Taiwan dari SMKN 1 Dangdeur, Subang, pihak sekolah kembali angkat bicara.

Guru SMKN 1 Dangdeur yang juga bertindak selaku fasilitator rekrutmen bagi program kuliah sambil kerja di Taiwan, Dian Maelani, pun sulit ditemui, hingga akhirmya memberi keterangan melalui pesan singkat.

“Ya.. Mudah-mudahan bapak bisa merasakan bagaimana yang awalnya berniat membantu anak menjadi fasilitator, tetapi karena suatu hal di luar kemampuan kita jadi belum berangkat-berangkat,” ujar Dian kepada KM Senin 23/3.

“Adapun sekolah tidak menerima sepeserpun, murni disetorkan ke penyelenggara dan pengembalian uang dipotong untuk proses yang sudah dilakukan, seperti untuk pembuatan paspor,” lanjutnya.

“Niat baik memang tak selalu hasilnya baik, sudah biasa bekerja dengan ikhlas, meskipun yang dibantu kadang tidak mengerti,” pungkas Dian.

Sebelumnya, program SMKN 1 Dangdeur tersebut mendapat protes dari orang tua siswa lantaran sudah membayar Rp7 juta namun anaknya tidak kunjung diberangkatkan. Saat dimintai pengembalian uang pendaftaran, pihak sekolah pun hanya mengembalikan Rp4,5 juta.

Reporter: Udin, Mulyadi, Sunardi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*