Antisipasi Virus Corona Masuk Nabire, SAC: “Nyawa Manusia Utama, Politik Nomor Dua”
NABIRE (KM) – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang menamakan diri sebagai “Solidaritas Anti Corona” di Kabupaten Nabire menggelar diskusi soal pengidap penyakit covid-19 yang kini bertambah di Indonesia, Senin 17/3 di Kantor KNPI Nabire Papua.
Koordinator SAC Nabire Pilemon Keiya mengatakan, sebelum tiba penyakit covid-19 di Kabupaten Nabire,seluruh elemen yang ada harus bersatu untuk mencegah dan mengatasi.
“Virus corona tiba di Nabire maka hal itu sebuah ancaman bagi Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya dan kabupaten sekitarnya,” katanya.
Menurutnya, melihat gaya hidup orang Papua adalah dalam satu rumah hidup berkeluarga, maka ketika satu orang terinfeksi virus corona, seluruh kelurga dalam rumah itu pasti korban secara totalitasnya.
Keiya menegaskan, tahun ini di Kabupaten Nabire adalah tahun politik, namun jangan menggiring isu politik ke dalam penanganan masalah virus corona.
“Bicara virus corona itu, perlu membedahkan dan serius menyikapi. Kita prioritaskan masalah nyawa manusia. Kalau bisa, dinomorduakan soal bicara politik tentang Pilkada Nabire,” tegasnya.
Ketua KNPB Teluk Cendrawasih, Andy Ekapiya Yeimo mengatakan, guna memberantas virus corona, salah satu caranya adalah dengan blokade spontan.
“Penyebaran virus corona ini sangat kencang bersifat [seperti] arus angin,” imbuhnya.
Andy menambahkan serangan penyakit corona ini tidak memandang jabatan dan umur. “Maka seluruh elemen yang ada di Meeuwodide-Nabire termasuk pemda Nabire bersatu untuk nyatakan sikap yang adil dan bermoral sebelum penyebaran virus corona di kawasan Meuwoodide ini,” tegasnya.
Akhir dari diskusi, Solidaritas Anti Corona di Kabupaten Nabire menuntut dan merekomendasikan lima poin.
Pertama, Pemda Nabire segera tutup bandara Dou-Atururi dan pelabuhan Samabusa selama sebulan untuk mencegah kehadiran virus corona di Kabupaten Nabire.
Kedua, Pemda wajib menyediakan alat pendeteksi virus corona dan perketat pemeriksaan pelabuhan dan bandara.
Ketiga, semua PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Nabire segera diliburkan demi pencegahan virus corona untuk keselamatan nyawa manusia.
Keempat, Pemeritah Provinsi Papua dan kabupaten yang ada di Papua segera menyiapkantim medis untuk menangani warga yang terinfeksi virus corona.
Kelima, Kabupaten Nabire sebagai akses sentral kawasan Meeuwodide dan Indonesia minim kasus namun harus mengantisipasi kematian yang berlebihan, maka Solidaritas Anti Corona hadir sebagai penampung dan menyikapi keselamatan nayawa manusia di kawasan Meeuwodide, Papua.
Reporter: Ernest
Editor: HJA
Leave a comment