Warga Endus Dugaan Sunat Bantuan Rutilahu di Cimahpar

bukti tanda terima pembelian material yang didapat oleh warga penerima bantuan rulilahu di Cimahpar, Kota Bogor (dok. KM)
bukti tanda terima pembelian material yang didapat oleh warga penerima bantuan rutilahu di Cimahpar, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Bantuan perbaikan bagi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi warga Kp. Cimahpar RT 1 RW 7 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diduga telah disunat oleh pemerintah kelurahan setempat. Pasalnya, penggunaan anggaran tahun 2019 tersebut dinilai tidak transparan dan tidak tepat sasaran.

Salah satu penerima bantuan rutilahu yang enggan disebutkan namanya mengaku kepada kupasmerdeka.com pada Senin 24/2 bahwa dirinya hanya diberi pasir 1 engkel, semen 10 sak, kerikil setengah kol, asbes pelastik 40 lembar, bata hebel 3 kubik, semen mortar 4 bal, paku 7 kg, kusen jendela, kusen pintu, dan galar 30 batang. “Ada juga potongan BOP oleh BKM dipinta 300 ribu, kalo untuk dikalkulasikan semua barang masuk sekitar 8 juta termasuk biaya BOP,” tuturnya.

“Yang saya tahu waktu pencairan sekitar Rp 16.500.000, dan beberapa penerima rutilahu juga ada yang belum menerima uang ongkos upah pekerja 700 ribu. Total untuk semua yang mendapatkan bantuan rutilahu di Kelurahan Cimahpar sebanyak 40 kk penerima,” tandasnya.

Ia mengklaim bahwa pihaknya sudah meminta penjelasan kepada lurah setempat, namun ia mengaku “tidak tahu apa-apa”.

Saat dimintai keterangan terkait bantuan rutilahu tersebut, Lurah Cimahpar tidak memberi penjelasan. “Nanti saya kabari pak Kamis mungkin. Entar saya kabarin ya secepatnya,” kilahnya.

Reporter: Budi, efri
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*