Pekerjaan Jalan Desa yang Magkrak di Desa Pabangbon, ini Tanggapan DPMD Bogor dan Camat Leuwiliang

Kondisi terakhir Pengerasan Jalan Desa yang mangkrak di Pabangbon, Leuwiliang (dok. KM)
Kondisi terakhir Pengerasan Jalan Desa yang mangkrak di Pabangbon, Leuwiliang (dok. KM)

BOGOR (KM) – Berita adanya pembangunan pengerasan jalan desa yang mangkrak di Desa Pabangbon, tepatnya di Kampung Pabangbon Baru RT 02/12 mendapat perhatian serius Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Ade Jaya, saat dimintai tanggapan oleh awak media melalui pesan WhatsApp, Minggu 16/2.

“Terimakasih atas informasinya, saya koordinasi dengan teman-teman kantor dan lapangan,” kata Ade.

“Setiap penggunaan Dana Desa dan sumber dana lainnya harus diselesaikan sesuai dengan rencana atau anggarannya,” katanya lebih lanjut.

Terkait informasi mangkraknya pembangunan jalan desa, dirinya akan menindaklanjuti.

“Informasi yang berkaitan dengan progres penggunaan Dana Desa akan ditindaklanjuti melalui konfirmasi, klarifikasi dan koordinasi dengan pihak Kecamatan, Desa, Pendamping Desa dan pihak terkait lainnya,” tambahnya.

Ditanya sejauh mana peran pembinaan dari DPMD terhadap Pemerintahan Desa dalam penyerapan anggaran dan realisasi setiap perencanaan kegiatan pembangunan desa, ia mengatakan bahwa DPMD telah melakukan pembinaan kepada pihak Kecamatan dan Desa.

“Kita konfirmasi ke Tenaga Ahli Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pendamping Desa,” pungkasnya.

Sementara itu, ditemui di kantor Desa Pabangbon, Senin 17/2, Kades Pabangbon periode 2020-2026, Endang Rohaedi meminta pekerjaan yang mangkrak segera diselesaikan agar tidak berdampak terhadap Pemerintahan Desa yang baru.

“Saya minta agar segera diselesaikan, sesuai janji Iyus yang terucap saat Sertijab walaupun tidak secara tertulis, namun banyak yang menyaksikan, untuk program 2019 yang belum selesai, Iyus bersedia bertanggung jawab dan ini pasti menghambat program-program yang akan dilaksanakan di tahun 2020,” tegas Endang.

Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana juga mengaku “tidak akan mentolerir” pekerjaan desa yang mangkrak.

“Saya sebagai Camat tidak akan mentolerir apabila terindikasi menyalahgunakan anggaran atau melanggar aturan,” tegas Daswara ketika dikonfirmasi awak media di kantor kecamatan kemarin.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*