Kemenag Dukung Transformasi IAIN Langsa Menjadi UIN

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Negeri (Dirjen Pendis) Kemenag RI Prof. Kamaruddin Amin mengisi acara orasi ilmiah di aula laboratorium terpadu kampus IAIN Langsa, Jumat 14/2/2020 (dok. KM)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Negeri (Dirjen Pendis) Kemenag RI Prof. Kamaruddin Amin mengisi acara orasi ilmiah di aula laboratorium terpadu kampus IAIN Langsa, Jumat 14/2/2020 (dok. KM)

LANGSA (KM) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mendukung kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Negeri Kemenag RI Prof. Kamaruddin Amin usai mengisi acara orasi ilmiah di aula laboratorium terpadu kampus setempat, Jumat 14/2.

“Ini kan perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Agama, jadi dukungan Kementerian Agama semuanya lah, seratus persen, mulai dari sisi pengembangan Sumber Daya Manusia, pengembangan kelembagaannya, operasionalnya, sekali lagi bahwa Pemda menjadi suportif, tentu poin tersendiri untuk proses akeselerasi ini,” ungkap Kamaruddin.

Menurutnya, transformsi kelembagaan itu “sebuah keharusan” untuk menjadikan peguruan tinggi instrumental dalam meningkatkan SDM negeri ini. “Namun tentu ada hal-hal yang harus dipersiapkan, termasuk sumber daya manusianya dan kelembagaannya,” tambahnya.

Kamaruddin juga menjelaskan, transformasi ini juga menjadi visi Kementerian Agama dan visi negara.

“Jadi sesungguhnya transformasi ini kan memungkinkan nanti kita memberikan amanah atau mandat yang lebih besar kepada perguruan tinggi untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Langsa Marzuki Hamid juga memberikan dukungan untuk peralihan status IAIN Langsa menjadi UIN.

“IAIN Langsa sedang bercita-cita untuk menjadi UIN, kami dari Pemko Langsa akan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan Pemko Langsa bersama masyarakat Kota Langsa, mudah-mudahan perguruan tinggi ini terus berkembang,” harap Marzuki.

Marzuki menambahkan, kawasan Gampong Meurandeh dan sekitarnya sudah termaktub dalam Peraturan Daerah Kota Langsa sebagai kawasan strategis perguruan tinggi, dan jika perguruan tinggi terkendala dengan masalah lahan, pihaknya siap untuk membantu penghibahan lahan.

“Kalau kurang lahan, kami akan berupaya supaya lahan tersedia, sehingga tidak menjadi kendala dalam rencana pembangunan dimasa yang akan datang,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri menyebutkan bahwa ada lima pertimbangan yang “cukup beralasan” hingga IAIN Langsa pantas menjadi UIN, yaitu faktor historis bahwa Aceh daerah pertama masuknya agama Islam ke Asia Tenggara dan pernah berkembang serta mencapai puncak peradaban Islam pada masa kesultanan Iskandar Muda.

“Dari segi geografis, Aceh adalah daerah yang telah diterapkan syariat Islam yang memerlukan dukungan dari lembaga pendidikan. Sisi sosiologi, masyarakat Aceh sangat termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada UIN dibanding perguruan tinggi lainnya, hal ini terlihat dengan jumlah mahasiswa pada UIN Ar-Raniry mencapai 30 ribu orang yang sebelumnya pada masa IAIN hanya sekitar 12 ribu orang,” paparnya.

“Aspek budaya, sejarah telah menunjukkan kehidupan masyarakat Aceh selalu mencerminkan nilai keislaman dalam berbagai aktivitas dan terintegrasi dalam berbagai kegiatan di antara ilmu dengan agama dan terakhir moderasi beragama, dalam merespon program pemerintah agar memiliki sikap moderasi beragama dalam berbagai aktivitas keagamaan, yang perlu dipersiapkan melalui lembaga pendidikan tinggi agama.”

Orasi ilmiah yang mengusung tema “Strategi peningkatan mutu pendidikan islam di Indonesia,” ini dihadiri oleh Wakil Walikota Langsa, Ketua Pengadilan Negeri Langsa, perwakilan Kajari Langsa, Rektor IAIN Lhokseumawe, pimpinan IAIN Langsa, dosen dan para mahasiswa.

Reporter: Muddin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*