SMK Bima dan SMP Mandiri Cigudeg Masih Berbenah Pasca Banjir Bandang Rendam Kelas dalam Lumpur

Terlihat kondisi ruang kelas di SMK Bima, Cigudeg, yang rata dengan tanah diterjang banjir bandang Sungai Cidurian (dok. KM)
Terlihat kondisi ruang kelas di SMK Bima, Cigudeg, yang rata dengan tanah diterjang banjir bandang Sungai Cidurian (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sudah lewat sepekan, dampak banjir bandang Sungai Cidurian masih meninggalkan duka yang mendalam. Banjir tersebut menyebabkan bangunan di sepanjang bantaran Sungai Cidurian terendam, rusak bahkan hanyut diterjang keganasan derasnya sungai yang berhulu di bawah Gunung Halimun Salak tersebut. Tak luput, salah satunya SMK Bina Insani Mandiri (Bima) dan SMP Mandiri yang berlokasi di Jl. Raya Jasinga KM 40 Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Memprihatinkan, ketika awak media meninjau lokasi SMK dan SMP tersebut, Selasa 7/1, melihat kondisi sejumlah bangunan ruang kelas hancur, bahkan ada satu ruang kelas SMP Mandiri yang rata dengan tanah, tembok pagar yang mengelilingi kompleks sekolah tersebut jebol diterjang derasnya banjir bandang.

Ketika dijumpai, Kepala Sekolah SMK Bima Syafrizal yang didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Bina Madya Hutama Siti Maryam beserta Kepala Sekolah SMP Mandiri, menerangkan kronologis bencana yang menimpa sekolah tersebut.

“Pada tanggal 1 Januari, jam 4 pagi air sudah masuk ke sekolahan walaupun masih setinggi mata kaki, namun saya curiga ini ada yang tidak beres maka saya segera menginstruksikan ke Penjaga Sekolah agar meninggalkan sekolah. Benar saja, sekitar jam 9-10 air sudah mencapai 2 meter dengan arus yang sangat deras,” kata Kepsek SMK Bima yang akrab dipanggil Rizal kepada awak media.

Masih dalam pantauan, terlihat seluruh ruangan sekolah masih berantakan dipenuhi lumpur. Kursi, meja belajar, dokumen, lemari beserta perangkat komputer berserakan bercampur lumpur sisa banjir bandang. Terlihat ada dinding ruang kelas jebol, bahkan ada satu ruang kelas SMP Mandiri ambruk rata dengan tanah.

Advertisement

“Sangat derasnya air banjir yang masuk hingga memporakporandakan apa yang ada di dalam sekolah. 150 bangku sekolah hanyut terbawa arus,” jelas Kepsek Rizal.

Lebih lanjut, Rizal kembali menerangkan dengan adanya musibah banjir bandang ini, sebanyak 80 perangkat komputer yang dipersiapkan untuk menghadapi UNBK habis terendam banjir, begitu pula dokumen-dokumen sekolah habis terendam.

“Entah berapa kerugian yang kita alami, kemungkinan ratusan jutaan rupiah, kita belum sempat menghitungnya,”

“Kami berharap kepada Pemerintah dalam hal ini Provinsi Jawa Barat, ada perhatian yang intensif, tanggap darurat terhadap dunia pendidikan sekolah yang terdampak banjir bandang kemarin kerena untuk me-recovery kondisi sekolah kembali normal,” tegasnya.

Sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1998 itu mempunyai 531 siswa dengan 17 rombel, terpaksa dengan adanya musibah banjir bandang kegiatan belajar mengajar terhenti dan membebaskan sementara anak murid dalam berpakaian untuk gotong royong membersihkan ruang sekolah yang terendam lumpur.

“Para siswa tetap masuk namun kita bebaskan dalam berpakaian karena kita arahkan untuk gotong royong membersihkan ruangan yang penuh dengan lumpur dan merapikan puing-puing material sisa banjir bandang,” ujar kepsek.

“Kami menghimbau kepada orang tua murid bersabar, pihak sekolah akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali normal dalam kegiatan belajar mengajar dengan memakai ruang kelas yang ada,” pungkasnya.

Reporter: Dian Pribadi

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook