Polres Sukabumi Kota Periksa Pelapor Kasus Dugaan Ijazah Bermasalah Eka Wardhana, Aktivis Yakin Buktinya Kuat

Ilustrasi Ijazah Palsu
Ilustrasi Ijazah Palsu

SUKABUMI (KM) – Satuan Reskrim Polres Kota Sukabumi telah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada perwakilan warga pelapor dan perwakilan mahasiswa terkait dugaan ketidakabsahan ijazah strata 1 (Sarjana) milik Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dari Partai Golkar Eka Wardhana.

“Kami mahasiswa yang mendampingi warga telah menjalani BAP di Polresta Kota Sukabumi, pada hari Jumat 10 Januari 2020 lalu, terkait aduan warga dan juga hasil kajian kami mahasiswa terkait adanya dugaan ijazah sarjana Eka Wardhana yang tidak sah atau kami menduga kuat ijazah tersebut palsu,” ungkap perwakilan mahasiswa Iksan Awaludin.

“Hasil kajian dan analisa data berdasarkan aduan masyarakat, banyak keganjilan dari ijazah S1 Eka Wardhana yang diterbitkan Kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi,” tambah Iksan.

Menurut Iksan, sudah layak dari bukti dan keterangan yang ada, warga untuk melaporkan ijazah tersebut kepada aparat hukum, “agar jelas fakta hukumnya.”

Advertisement

“Dari BAP ada sekitar 15 pertanyaan yang ditanyakan oleh Satreskrim Polresta Kota Sukabumi. Proses hukumpun sekarang sudah berjalan, warga pelapor juga sudah menjalani proses BAP,” terang Iksan.

Masih kata Iksan, dari kajian pihaknya, hasil berita acara verifikasi Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IV Jawa Barat-Banten menjadi “dasar kuat” bukti bahwasanya ijazah S1 Eka Wardhana yang didapat dari Kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi diduga kuat tidak sah.

“Ya dalam berita verifikasi hanya ada salinan ijazah, salinan transkrip nilai, sedangkan DHMD, KRS, HRS, Skripsi, SK Kelulusan itu tidak ada,” ujar Iksan.

Jadi, lanjut Iksan, pihak Kepolisian dapat dengan mudah untuk membuktikan keabsahan ijazah Eka Wardhana tersebut.

“Jika terbukti, jelas sanksi hukumnya bagi seorang yang mengunakan ijazah yang tidak sah atau palsu, untuk kepentingan sendiri dan pembohongan kepada masyarakat,” pungkas Iksan.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook