Laporan Polisi Terhadap Kadispora Tanjungbalai Segera Dilimpahkan Kepada Kejaksaan

Wartawan meminta keterangan pers kepada Kadispora Tanjungblai, Siman (dok. KM)
Wartawan meminta keterangan pers kepada Kadispora Tanjungblai, Siman (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Kekerasan terhadap tenaga honorer oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga (Kadispora) Kota Tanjungbalai, Siman, terhadap korban OSS alias Oji, seorang pegawai honorer di dinas tersebut, akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Hal itu disampaikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira saat dimintai keterangannya terkait proses hukum kasus tersebut melalui WA, Selasa 7/1.

“Kasusnya sudah tahap sidik, berkas perkara akan segera kita limpahkan ke kejaksaan. Terimakasih,” sebut Kapolres.

Sebelumnya, seorang tenaga honorer yang bekerja di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungbalai berinisial OSS alias Oji membuat pengaduan resmi ke Sat Reskrim Polres Tanjungbalai dengan Laporan Polisi Nomor LP/289/XI/2019/SU/Reskrim T. Balai pada hari Jumat 6/11/2019 lalu atas pemukulan yang dialaminya oleh oknum Kadispora tersebut. 

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, pemukulan itu terjadi ketika Kadispora mempertanyakan alasan korban karena tidak masuk kantor. Padahal menurut korban, dirinya selalu hadir dan belum pernah absen, sementara beberapa oknum honor lainnya yang jarang masuk kantor tidak diperlakukan serupa seperti dirinya.

Setelah 3 hari kejadian pemukulan hingga dilaporkan ke pihak kepolisian, korban menerima surat pemberhentian sebagai honorer dengan nomor 800/2324/K/2019 yang ditandantangani oleh Kadisporapar tertanggal 1 November 2019 yang isinya adalah keputusan Kadisporapar untuk memberhentikan dirinya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Parawisata (Kadisporapar) Kota Tanjungbalai Siman saat dikonfirmasi awak media menyatakan dirinya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kasus pemukulan tersebut.

Lanjut Siman, sampai saat ini dirinya hanya dimintai keterangan, bukan diperiksa. “Kalau ada yang memeriksa aku, ku tuntut kembali,” terang Siman  kepada awak media.

“Dalam hal ini aku juga akan kembali menuntut Oji yang telah melaporkan aku tapi karena masih banyak kegiatan jadi belum sempat dan aku merasa gak ada memukul dia, aku hanya menyuruh dia membuka helm, masa dalam kantor pakai helm, makanya ku pegang helmnya dan kusuruh buka,” tepisnya.

Menurut Siman, dalam kasus ini “harus ada bukti visumnya”, baru bisa membuat laporan. Siman juga sempat lontarkan bahasa akan menuntut awak media yang menuduhnya, karena tidak dapat menunjukkan bukti visum kepada dirinya.

Reporter: Eko Setiawan
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*