Disdik Kota Bogor Abaikan Dugaan Pungli di SDN Semplak 2, Aktivis: “Tangkap dan Adili Oknumnya!”

pungli sekolah
Ilustrasi Pungli di sekolah

BOGOR (KM) – Aturan tentang larangan para guru melakukan pungutan liar di Kota Bogor ternyata hanya isapan jempol belaka. Bahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor terkesan tutup mata akan maraknya pelanggaran tersebut.

Khususnya terkait pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Semplak 2 Kota Bogor, yang diberlakukan dengan dalih untuk perbaikan “kelas yang bocor” kepada semua murid dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Setiap murid dibebankan sebesar Rp2.000 setiap hari. Menurut laporan yang diterima KM kemarin 26/1, selama 3 bulan pihak sekolah sudah berhasil nengumpulkan lebih dari Rp70 juta. Pihak sekolah pun dikatakan memungut “sumbangan sukarela” untuk pengambilan rapor sebesar minimal Rp 250.000.

Advertisement

Aktivis Bogor pun turut menyayangkan dugaan pungli oleh pihak SDN Semplak 2 tersebut. “Tangkap dan adili oknum yang mengkomersilkan dunia pendidikan, sejatinya pendidikan adalah bukan ruang komersialisasi akan tetapi ruang pembentukan dan pencetak generasi bangsa dengan dibekali keilmuan,” ujar aktivis Iksan Awaludin.

Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat kecewa dengan adanya pungutan yang terus dilakukan oleh pihak sekolah itu. “Ini sudah sangat kelewatan,” ucapnya kepada wartawan KM pagi ini 27/1.

Reporter: Budi, Efri
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*