Oknum Guru SMAN 2 Subang Diduga Potong Dana Hibah Siswa, Aktivis Minta Pemprov dan Aparat Turun Tangan

Ketua LSM GeRAK Amat Suhenda di SMAN 2 Subang Rabu 22/1/2020 (dok. KM)
Ketua LSM GeRAK Amat Suhenda di SMAN 2 Subang Rabu 22/1/2020 (dok. KM)

SUBANG (KM) – Kabar tentang banyaknya pungutan di sekolah-sekolah di Kabupaten Subang, khususnya di SMAN 2 Subang mendapat sorotan dari ketua umum LSM GeRAK Amat Suhenda.

“Sangat miris melihat dan mendengar yang seakan tiada hentinya bermunculan fenomena kebobrokan yang sangat menggurita dan terus mengalir di lingkungan Dinas Pendidikan di Kabupaten Subang,” ujar Amat kepada KM siang ini 27/1.

“Perihal itu dilakukan oleh seorang oknum guru dan staf pendidik SMAN 2 Subang terkait adanya bantuan dana hibah kepada siswa agar bilamana ada yang bertanya jangan disampaikan ada potongan [sebesar] 30% yang bantuannya variatif antara satu juta dan lima ratus ribu rupiah,” jelasnya.

Amat menjelaskan, bagi 250 siswa yang mendapat bantuan dana hibah sebesar satu juta rupiah, uang yang diterima oleh siswanya hanya sekitar Rp 700.000.

“Dan yang menerima bantuan dana hibah Rp500.000 kisaran 70 siswa, tetapi uang yang diterima oleh siswanya hanya sekitar Rp350.000,” lanjutnya.

“Sementara pihak sekolah ketika dikonfirmasi LSM GeRAK Rabu (22/1) dengan pihak sekolah SMAN 2 Subang yang diwakili oleh Saudari Ermah (Guru, pemungut potongan kepada siswa) dan Saudari Euis (Wakasek, pengumpul uang potongan yang diterima dari saudari Ermah), pembicaraan sangat tidak relevan, bahkan diantara mereka berdua seyogyanya melepas tanggung jawab akan perihal terebut. ‘Kami hanya menjalankan tugas,’ begitu ucapnya,” kata Amat.

Advertisement

“Menurut pihak sekolah, itu merupakan tanggung jawab sepenuhnya pak Tedi (Wakasek) dengan pemberi fasilitas dana hibah yang diduga merupakan dari seorang Anggota DPR, yang sampai saat ini Saudara Tedi tidak bisa dihubungi, dan tidak mau menyampaikan nama anggota DPR dan partainya tersebut,” ungkapnya.

“Atas perihal tersebut kami dari LSM GeRAK meminta pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Subang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sinergis dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk menindaklanjuti gurita kebobrokan yang terjadi di lingkungan pendidikan di Kabupaten Subang, terutama yang saat ini terjadi di SMAN 2 Subang,” pungkas Amat.

Reporter: udin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*