Alumni dan Mahasiswa Politeknik AKA Bogor Salurkan Bantuan Kepada Korban Longsor di Nanggung

Penyaluran Bantuan Bencana Ke Kampung Taluk Waru Desa Curug Bitung Kacamatan Nanggung Kabupaten Bogor (dok.KM)
Penyaluran Bantuan Bencana Ke Kampung Taluk Waru Desa Curug Bitung Kacamatan Nanggung Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Tim Ikatan Alumni Politeknik AKA Bogor (IKA-AKAB) Peduli Bencana bersama mahasiswa aktif Politeknik AKA Bogor turun langsung menyalurkan bantuan ke kampung terisolir korban bencana longsor di kampung Taluk Waru, Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Minggu 5/1.

“Satu-satunya akses jalan utama menuju kampung terputus akibat longsor, karenanya bantuan logistik sulit untuk masuk ke lokasi. Ini merupakan bencana longsor terparah pertama kali, sehingga warga panik ditambah bantuan baru bisa masuk 5 hari pasca bencana,” ungkap tokoh pemuda Kampung Taluk Waru, Saiful.

Sementara Ketua Divisi Social and Happiness yang mewakili IKA AKAB, Daman Sutiawan mengatakan, melihat keadaan psikologis dan geografi Kampung Taluk Waru dan akses jalan utama yang begitu besar potensi bencana longsor, maka perlu kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder. “Ya perlunya edukasi kesadaran mitigasi bencana terhadap warga kampung setempat sehingga ke depan jika terjadi bencana, warga kampung tidak lagi panik dan tau apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” ungkap Daman.

Kata Daman, BMKG memprediksikan cuaca Jabodetabek akan mengalami hujan sampai bulan Maret, artinya ada kemungkinan bencana susulan longsor dan banjir, akan terjadi kembali, sehingga bantuan logistik, kesehatan, dan pasokan pangan harus tersedia sampai jangka yang cukup lama, agar tidak terjadinya kekurangan di saat kondisi yang tidak terduga.

Salah seorang mhasiswa AKA yang ikut serta, Lukman, mengatakan bahwa masalah yang kini dialami warga sekitar terutama obat-obatan, minimnya tenaga kesehatan dan juga tempat Puskesmas yang jaraknya jauh dari pemukiman, membuat warga kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan.

“Ya harapannya mahasiswa bersatu dan bergerak bersama dengan elemen-elemen masyarakat maupun pemerintah setempat untuk segera memberikan bantuan yang maksimal. Dengan itu kita tidak hanya mengharapkan dari sumber pemerintahan saja, yang membutuhkan waktu untuk mencairkan bantuan tersebut,” harap Lukman.

Senada dikatakan alumni Kampus AKA yang juga aktivis Bogor raya Fata, yang berharap semoga bencana ini segera teratasi dan warga pun bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. “Dengan adanya bencana ini, kita semua seharusnya bisa introspeksi diri dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, maupun kegiatan manusia yang merusak alam itu sendiri.”

“Pelajaran yang bisa di ambil dengan adanya bencana ini, kita selaku anak bangsa melakukan gotong royong tanpa melihat bendera apapun, sehingga nilai persatuan pun bisa kita aplikasikan, semoga Tuhan Yang Maha Esa mencatat niat ibadah kita semua,” pungkas Fata.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*