Warga Kecewakan Kualitas Pekerjaan Saluran U-Ditch di Mekarsari Tambun Selatan

Pekerjaan Uditch di Kampung Kobak Mekar Sari Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Pekerjaan Uditch di Kampung Kobak Mekar Sari Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pekerjaan saluran air dengan item U-ditch di RT 006/017 Kampung Kobak, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang dikerjakan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari program “Kota Tanpa Kumuh” (KOTAKU) mendapat keluhan dari pihak warga, selain diduga tidak sesuai prosedur yang direncanakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari DPRKPP Kabupaten Bekasi.

Saat awak KM memantau lokasi pekerjaan siang ini 11/12, tidak terlihat adanya lantai kerja dan papan proyek kegiatan di lokasi.

Subur, seorang warga setempat menjelaskan bahwa dirinya merasa kecewa dengan pekerjaan tersebut. “Harusnya ini ngalir ke arah Barat karena kalinya disana, ini malah rendah di sini dan tinggi di sana. Gimana airnya mau jalan?” keluhnya kepada KM.

Selain itu, diungkap Subur bahwa U-ditch itu langsung dipasang dengan keadaan tanah di bawahnya dan “tidak di-plur lagi”.

Advertisement

Terpisah, pemerhati infrastruktur Bekasi, Yanto Purnomo, saat dimintai tanggapan oleh KM mengatakan bahwa pekerjaan saluran dengan item U-ditch harusnya mengetahui hulu hilirnya kemana dan elevasinya berfungsi apa tidak, dan harus menggelar lantai kerja.

“Dan pekerjaan yang tidak memasang papan proyek yang berisi nama kegiatan, sumber anggaran kegiatan, jumlah anggaran, dan nama perusahaan, sehingga masyarakat kesulitan mengakses informasi kegiatan tersebut, ini tentu saja melanggar Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang mana Undang-Undang KIP adalah salah satu produk hukum di Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan,” ujar Yanto.

“Dinas terkait harus lebih tegas terhadap oknum kontraktor nakal yang mengurangi kualitas mutu dan tidak memasang papan proyek di lokasi pekerjaan yang sedang berlangsung,” tutupnya.

Reporter: mon
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*