Polres Langsa Tangkap 2 Pembobol SMPN 8, Satu Tersangka Kabur

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan didampingi Kasat Reskrim Iptu Arief S Wibowo memperlihatkan BB 4 ban dan velg mobil, saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres Langsa (dok. KM)
Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan didampingi Kasat Reskrim Iptu Arief S Wibowo memperlihatkan BB 4 ban dan velg mobil, saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres Langsa (dok. KM)

LANGSA (KM) – Satuan Reskrim Polres Langsa menangkap dua tersangka pembobol SMPN 8 Langsa, bahkan seorang di antaranya masih anak-anak. Kedua tersangka ini, yakni pria berinisial JU (27), warga Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, dan MI (17), eks pelajar, warga salah satu gampong di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Bersama mereka, polisi menyita tiga komputer merk Acer Veriton Z46406-C WIN 10 Pro (i3-71), tiga keyboard merk Acer, dan enam stabilizer merk Vertiv, serta satu bilah pisau parang.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Arief S Wibowo, menyampaikan hal ini kepada pihak media dalam konferensi pers yang digelar kemarin 9/12.

Arief menjelaskan, kedua tersangka ditangkap di dua lokasi terpisah di Langsa, Minggu 8/12 malam. Awalnya, pada tanggal 19 November 2019, pihaknya menerima laporan terkait pencurian barang inventaris SMPN 8 Langsa.

“Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku JU dan AA di Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat. Namun, saat itu tersangka AA berhasil kabur, sehingga ia kini ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Arief.

Advertisement

“Kemudian, polisi melakukan pengembangan dari tersangka JU, sehingga pada malam itu juga, menangkap tersangka MI yang masih anak-anak itu Jalan Banda Aceh-Medan, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur,” tambahnya.

Iptu Arief mengatakan bahwa pelaku masuk ke ruang Laboratorium Komputer SMPN 8 Langsa di Gampong Seulalah, Kecamatan Langsa Lama, melalui jendela setelah mereka merusaknya.

“Kemudian ketiga pelaku mengambil barang inventaris sekolah tersebut berupa tiga unit komputer, satu unit Infocus, enam unit stabilizer, dan satu tensi,” sebut Kasat Reskrim.

Akibat perbuatan para pelaku, pihak SMPN 8 Langsa mengalami kerugian materil sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan para tersangka ini dibidik melanggar Pasal 362 Ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Reporter: Muddin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*