Kontraktor Proyek Pengecoran Jalan Akses TPU Wanajaya Tidak Terima Pekerjaannya Dianggap Tidak Profesional

PPTK dan Konsultan saat mengukur kegiatan Kontraktor di TPU Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa malam 3/12/2019 (dok. KM)
PPTK dan Konsultan saat mengukur kegiatan Kontraktor di TPU Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa malam 3/12/2019 (dok. KM)

BEKASI (KM) – Proyek yang dimenangkan oleh CV Esa Anugrah Abadi dengan nilai anggaran Rp250.000.000 melalui proses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) berupa pengecoran jalan akses masuk TPU Wanajaya (Paket 3) dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) mendapat kritikan pedas dari pihak Dinas dan konsultan lantaran kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dianggap tidak profesional.

Ketika pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan konsultan di lokasi terlihat sedang mengukur kegiatan yang dikerjakan pihak kontraktor, konsultan pengawas, Andri, menerangkan kepada KM bahwa papan bekisting “telah dipendam” dan ketinggian beton hanya 14 sentimeter. “Sedangkan spesifikasinya 20 cm. Rencana kegiatan ini akan kita stop dulu sebelum beton datang,” kata Andri.

“Kedatangan kita ke lokasi untuk kroscek dan mengawasi, ternyata setelah kita cek seperti ini, rata-rata untuk ketebalan 13-14 cm, bahkan ada juga yang hanya tebal 9 cm saja, makanya kita tunda dulu jangan dikerjain sebelum bekisting dinaikkan,” jelas Andri kepada KM kemarin 3/12.

Sri selaku PPTK bidang pertanahan dari DPRKPP Kabupaten Bekasi mengaku pihaknya datang untuk mengawasi atas perintah kepala bidang (Kabid). “Jadi kami tidak terima kalau hanya dikerjakan langsung seperti ini, paket di bidang kami kan sedikit jadi harus jelas,” tegasnya.

Sementara itu, kontraktor CV Esa Anugerah Abadi tidak terima dengan cara pihak Dinas dan konsultan yang melakukan kroscek kegiatannya. “Kenapa hanya pekerjaan saya bisa tegas sedangkan yang lain tidak, ada apa ini? Jangan-jangan ada arahan paket Dinas, makanya mereka datang malam-malam,” kata Regina.

“Mendapatkan proyek ini saya sesuai aturan mengikut proses lelang secara murni, bukan seperti kegiatan yang lain melalui proyek arahan, sama seperti konsultan arahan dari Dinas,” kecamnya.

Reporter: Den
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*