Belum Bayar Denda Corat-Coret Seragam, MAS Al-Muhajirin Cigudeg Sandera Ijazah Siswanya

MAS Al Muhajirin, Cigudeg, Bogor (dok. KM)
MAS Al Muhajirin, Cigudeg, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Gara-gara tidak bayar uang denda, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Muhajirin Cigudeg menyandera ijazah beberapa siswanya yang lulus lantaran belum menyelesaikan sejumlah “kebutuhan administrasi”, yakni denda yang dibebankan atas siswa karena perbuatan yang dianggap sebagai kenakalan siswa.

Ditemui di kantornya, Rabu 4/12, Kepala Sekolah MAS Al-Muhajirin Badrul Kamal berkilah bahwa pihak sekolah tidak menahan ijazah siswanya, namun hanya “menjalankan aturan” dan “sebagai bentuk disiplin” bagi siswanya.

“Kami tetap akan melaksanakan aturan tersebut, tetapi kalau memang ada hal-hal yang mendesak kami siap bekerja sama asalkan orang tua murid datang ke sekolah dan menyeleselaikan dulu kewajibannya,” kata Badrul yang juga pernah maju sebagai caleg dari PKS.

Ketika dicecar soal Permendikbud yang melarang sekolah menahan ijazah dengan alasan apapun, ia pun bersikeras bahwa pihaknya tidak akan berkompromi.

“Coba dipahami, kalau untuk karir anak-anak saya tidak akan mempersulit, coba dibalik saja posisinya, saya siap bekerja sama tapi kalau soal ini tidak bisa,” tegasnya.

Badrul membenarkan adanya aturan denda berbentuk pembayaran uang denda bagi yang melakukan corat-coret pakaian ketika pengumuman kelulusan sekolah dan masih ada biaya akhir tahun yang harus diselesaikan.

“Saya juga bingung kalau teman-teman wartawan masih menelisik hal ini, jadi ada hal-hal lainnya teman-teman tidak nyampe pemahamannya karena tidak bergelut di dunia pendidikan,” katanya.

“Jadi prinsipnya kesatu, saya tidak pernah menahan atau menghalangi karir siswa-siswi saya, kedua, kalaupun berkaitan ijazah ditahan, ada hak dan kewajiban yang harus diselesaikan, ketiga, ketika hak dan kewajiban ditunaikan selesailah permasalahan, dan yang keempat, terkait dengan hal-hal yang lain [urgensi] saya juga legowo,” pungkasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Tisna, salah satu orang tua murid MAS Al-Muhajirin membenarkan bahwa ijazah anaknya, Sugi, telah ditahan oleh pihak sekolah.

“Ijazah anak saya dan teman-temannya yang lain ditahan, gara-gara mereka melakukan aksi corat-coret pakaian dengan pilox usai kelulusan, padahal mereka melakukannya jauh di luar area sekolah. Sepertinya ada yang melaporkan ke pihak sekolah,” kata Tisna kepada KM Senin 2/12.

Ditemani anaknya dan beberapa siswa yang ditahan ijasahnya, Tisna melanjutkan bahwa ada peraturan sekolah yang melarang siswa untuk melakukan corat-coret pakaian seragam sekolah dan harus membayar uang denda yang melanggar peraturan tersebut. “Untuk perempuan harus membayar satu juta dan laki-laki lima ratus ribu, kalau tidak bisa membayar, ijazah ditahan,” ujarnya.

“Pas kemarin-kemarin, saya mau kasih seratus ribu karena ketidakmampuan saya, namun oleh pihak sekolah tetap tidak dikasihkan dan keukeuh harus bayar sesuai peraturan yang mereka buat,” lanjutnya

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Kepala Sekolah mewanti-wanti agar persoalan ini tidak terekspos keluar apalagi ke pihak wartawan. “Mana ijazah tersebut dibutuhkan untuk melamar kerja anak saya,” ketusnya.

Di tempat yang sama, Faisal, salah satu siswa yang ijazahnya ditahan mengungkap bahwa pihak sekolah menaikkan denda corat-coret pakaian. “Kami memang mengakui salah, namun aneh kalau tahun kemarin untuk denda tersebut seratus ribu, tapi sekarang lima ratus ribu sampai satu juta bisa jadi untuk tahun depan naik lagi, sudah saja sekolah usaha, buat apa kami tiga tahun sekolah kalau ijazah ditahan? Itu kan hak kami,” tegasnya.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Untuk Dapat Ijazah Harus Bayar Denda Rp500 Ribu, MAS Al-Muhajirin Cigudeg Dituding “Matre” – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*