Janggal, 2 Proyek Infrastruktur di Desa Margahayu Subang Dilaksanakan Tanpa Plang maupun Koordinasi dengan Pemdes

Pekerjaan ruas jalan Bendungan-Pangsor, Kec. Pagaden Barat, Subang (dok. KM)
Pekerjaan ruas jalan Bendungan-Pangsor, Kec. Pagaden Barat, Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Pekerjaan betonisasi jalan klasifikasi kabupaten di Kampung Babakan Saltewi, wilayah Desa Margahayu, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, menimbulkan pertanyaan publik lantaran proyek tersebut dikerjakan tanpa menampilkan papan kegiatan, yang mengndikasikan adanya pelanggaran UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Sementara itu, pekerjaan lantai dasar untuk jalan tersebut sudah dilaksanakan pada 12/12.

Menurut Ma’in Permana, Kades Margahayu, pelaksana proyek tersebut juga belum memberitahukan baik secara lisan ataupun surat tentang pekerjaan tersebut.

“Jika pemborong belum melakukan koordinasi dengan desa, sesuai arahan dari Camat Pagaden Barat Deni Setiawan, agar pekerjaannya ditunda dulu, karena dasarnya pengajuan pembangunan dari Musrenbang Desa dan Kecamatan,” tegas Ma’in kemarin 13/12.

Lokasi pekerjaan tersebut dikunjungi Yadi Heryadi, Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Subang pada Jumat pagi 13/12. “Saya dari Dinas Bina Marga Kabupaten Subang, sedang sidak pekerjaan terutama yang belum dikerjakan. Karena dari jumlah sekitar 800 pekerjaan dari Bina Marga, ada sekitar 15 pekerjaan yang belum dilaksanakan,” tuturnya.

Advertisement

Sebelum itu, di ruas jalan Bendungan Pangsor, tepatnya di wilayah Desa Munjul/Margahayu pada 6/12 lalu telah dilaksanakan pekerjaan hotmix yang diduga dikerjakan asal jadi.

Menurut warga setempat H. Netim, dalam pelaksanaan pekerjaan saat itu baru turun hujan deras dan keadaan jalan masih basah tergenang air hujan.

“Jalan yang akan di hotmix masih tergenang air, ini pemborong tidak benar, hasilnya tidak akan bagus dan jalan bisa cepat rusak lagi,” ungkap Netim.

Dari hasil investigasi, pekerjaan hotmix, sampai saat ini sudah dilakukan koring dari tim dinas PUPR namun papan pekerjaan belum terpasang juga.

Adapun selaku pemborong kedua proyek tersebut yang dikabarkan bernama Koko Gayor dan Entis, saat dihubungi lewat telepon selularnya tidak memberikan jawaban.

Reporter: Udin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*