Sudah Lama Tinggal di Rumah Reot, Keluarga Darta Masih Harapkan Bantuan Pemkab Subang

Rumah Darta, warga Pagaden, Subang, yang tidak layak huni (dok. KM)
Rumah Darta, warga Pagaden, Subang, yang tidak layak huni (dok. KM)

SUBANG (KM) – Darta (52) dan istrinya, Upen (47), warga Dusun Sukarandeg RT 07 RW 04 Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah. Pasalnya, Darta dan istrinya yang hidup serba kekurangan itu terpaksa tinggal di gubuk reyot yang nyaris ambruk.

Ketua RW 04, Darlim, ketika ditemui kupasmerdeka.com Minggu 17/11, membenarkan kondisi salah seorang warganya yang menempati rumah tinggal dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama. Bila terjadi hujan, air mengguyur masuk ke dalam rumah. Di malam hari, Darta dan istrinya Upen serta kedua anaknya harus kuat menahan dingin, karena bilik rumahnya sudah pada bolong,” katanya.

Menurut pengakuan Darlim, pihaknya sudah berupaya bersama pemerintahan desa sudah mengajukan permintaan bantuan kepada pemerintah Kabupaten Subang, tapi sampai saat ini juga belum turun.

Adul, warga setempat, ketika ditemui kupasmerdeka.com Minggu 17/11, mengungkapkan, Darta tidak bisa mengandalkan penghasilannya sebagai kuli untuk menafkahi istri dan kedua anaknya.

“Jangankan untuk memperbaiki atau membangun rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja serba kekurangan,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Pagaden, Ating, saat dimintai keterangan via telepon mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau rumah tersebut bersama camat Pagaden pada Senin 18/11. “Nanti akan saya sampaikan ke pak Camat dan insya Allah besok setelah acara gerak jalan selesai nanti saya dan pak Camat akan datang kesana,” ungkap Sekcam.

Reporter: Ahmad/warman
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*