Soal Gelar Akademik Eka Wardhana, LL Dikti Jabar-Banten: “Lulusan Prodi Ilmu Administrasi Negara Harusnya Bergelar S.Sos,Bukan S.IP”

Kepala Sub Bagian (Kasubbag)Akademik Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLdikti)Wilayah IV Jawa Barat-Banten, Agus (dok.KM)
Kepala Sub Bagian (Kasubbag)Akademik Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLdikti)Wilayah IV Jawa Barat-Banten, Agus (dok.KM)

BOGOR (KM) – Terkait gelar sarjana yang disandang oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dari Partai Golkar Eka Wardhana, yang mengklaim sebagai lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara dengan gelar S.IP, seharusnya bergelar Sarjana Sosial (S.sos) atau dengan perubahan nomenklatur bisa Sarjana Administrasi Publik (S.Ap). Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Akademik Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IV Jawa Barat-Banten, Agus.

“Sebetulnya lulusan Ilmu Administrasi Negara bergelar S.Sos dan perubahan nomenklatur bisa S.Ap, dalam lulusan 2006 harusnya S.Sos, tidak ada S.IP,” ungkap Agus kepada awak media, Rabu 27/11.

“Untuk itu kami akan lihat dalam izin operasional kampus Syamsul Ulum Sukabumi,” tambah Agus.

Terkait nilai-nilai 0 SKS untuk sejumlah mata kuliah dalam Forlap Dikti Eka Wardhana, Agus menjelaskan pihaknya akan segera melakukan audit dan evaluasi kinerja akademik ke STISIP Syamsul Ulum Sukabumi.

“Ya ada kemungkinan yang bersangkutan tidak mengikuti mata kuliah tersebut atau operator kampus yang tidak cermat dan lalai. Dalam pangkalan data memang ada nama Eka Wardhana tapi dengan adanya nilai-nilai mata kuliah bobot 0 SKS, kami akan evaluasi audit kinerja akademik di kampus yang bersangkutan,” tegas Agus.

Untuk diketahui, ijazah yang digunakan Eka Wardhana mencantumkan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 02010254 dan No Seri Ijazah 257/01/STISIP-SU/2006, dikeluarkan oleh Kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Administrasi Negara Lulus 2006 dengan gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP). Adapun Eka dilaporkan masyarakat dan mahasiswa karena diduga melakukan pencatutan gelar sarjana.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*