Proyek Rehab SDN Purasari 02 Leuwiliang Terindikasi Bermasalah

Terlihat hanya seorang pekerja yang sedang merangkai baja ringan dengan mengoplos baja ringan bekas untuk rangka atap di SDN Purasari 02, Leuwiliang, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Terlihat hanya seorang pekerja yang sedang merangkai baja ringan dengan mengoplos baja ringan bekas untuk rangka atap di SDN Purasari 02, Leuwiliang, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pekerjaan rehabilitasi terhadap tiga ruang kelas di SDN Purasari 02 Kecamatan Leuwiliang diduga bermasalah lantaran ditemukan pekerja menggunakan baja ringan bekas dalam pembangunan rangka atap.

Dalam pantauan KM di lokasi, tampak jelas pekerja mengoplos baja ringan bekas dengan yang baru untuk rangka atap. Saat ditanya perusahaan aplikator baja ringan, pekerja pun tidak mengetahuinya.

“Saya tidak mengetahui perusahaan aplikator baja ringan yang dipakai, saya hanya disuruh bos pemborong kerjaan ini untuk mengerjakan pemasangan baja ringan tanpa diberi gambar kerjaan,” ujar Gery, pekerja yang sedang merangkai baja ringan sendiri di lokasi kemarin 19/11.

Pembangunan rehabilitasi yang bersumber anggaran dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019 menelan biaya Rp349.310.304 pun diduga dikerjakan asal-asalan tanpa mengedepankan kualitas.

Masih dalam pantauan, proyek tersebut tidak melibatkan pekerjaan fisik dan hanya sebatas pekerjaan pabrikasi. Terlihat tidak adanya pembongkaran sloof atas yang lama dan pemasangan sloof atas yang baru.

Sementara itu, kepala sekolah tersebut tidak ada di tempat sehingga belum dapat diminta keterangan. Sedangkan gambar kerja untuk proyek tersebut tidak dapat diperlihatkan dengan alasan “berada di tangan konsultan”.

“Gambar kerja untuk melaksanakan pembangunan dipegang sama konsultan,” kata Gery.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*