Aktivis: “Kalau Eka Wardhana Terbukti Catut Ijazah, Harus Ditindak Secara Hukum”

Aktivis, warga dan kuasa hukum saat konferensi pers tentang dugaan ijazah bermasalah pejabat Kota Bogor beberapa waktu lalu (dok. KM)
Aktivis, warga dan kuasa hukum saat konferensi pers tentang dugaan ijazah bermasalah pejabat Kota Bogor beberapa waktu lalu (dok. KM)

BOGOR (KM) – Menyikapi polemik gelar akademik Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dari Partai Golkar Eka Wardhana, aktivis mahasiswa Iksan Awaludin mendorong agar aparat hukum segera cepat bertindak agar tidak ada “kebohongan kepada masyarakat” di Kota Bogor.

“Hukum harus segera bertindak cepat dari permasalahan adanya dugaan pencatutan gelar pendidikan dari seorang pejabat publik di Kota Bogor,” ungkap Iksan yang juga Kabid Hikmah IMM Bogor kepada awak media, Jumat 29/11.

“Pihak atau instansi terkait juga sudah memproses dan menganalisa dari apa yang diadukan oleh masyarakat Kota Bogor tersebut, yaitu dugaan adanya pencatutan gelar pendidikan sarjana dari Eka Wardhana,” tambah Iksan.

“Jika nanti terbukti dengan jelas, yang bersangkutan terkena Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012, Tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 28 ayat (7) yang berbunyi, perseorangan yang tanpa hak dilarang menggunakan gelar akademik, gelar profesi, gelar vokasi, dan/atau gelar profesi,” lanjutnya.

” Khusus untuk ijazah, di luar KUHP sudah ada pengaturannya tersendiri, Pasal 69 ayat [1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur bahwa setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,” tegas Iksan.

Ijazah yang digunakan Eka Wardhana dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 02010254 dan No Seri Ijazah 257/01/STISIP-SU/2006 dari Kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Administrasi Negara Lulus 2006 dengan gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP), saat ini sedang dilaporkan masyarakat dan mahasiswa karena muncul dugaan pencatutan gelar sarjana.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*