Pungutan Liar Merajalela di Wisata Alam Gunung Pancar, Buat Pengunjung Resah

Wisata Alam Gunung Pancar, Kabupaten Bogor (dok. anekatrip.com)
Wisata Alam Gunung Pancar, Kabupaten Bogor (dok. anekatrip.com)

BOGOR (KM) – Aduan pengunjung dengan banyaknya pungutan biaya yang tidak jelas di Wisata Alam Gunung Pancar, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menandakan bobroknya pengelolaan kawasan wisata di Kabupaten Bogor.

Warga asal Bogor, Nanda (36), yang berkunjung ke wisata alam Gunung Pancar mengatakan, banyak pungutan yang diminta kepada pengunjung “sangat tidak jelas”, bahkan terkesan baginya seperti pemerasan oleh oknum-oknum yang bertugas.

“Ya saya bersama 3 rekan sudah membayar Rp15 ribu per motor di pintu masuk pertama lokasi wisata. Namun tidak diberikan karcis bagi setiap pengunjungnya,” ungkap Nanda kepada kupasmerdeka.com, Sabtu 18/10.

“Di pintu pertama pengunjung sudah harus membayar, tapi tidak terima karcis atau tanda apapun sebagai bukti pembayaran,” tambah Nanda.

Nanda menuturkan, ketika sudah masuk dalam lokasi wisata, ternyata sudah ada spot-spot foto dengan kisaran harga berbeda-beda.

“Di setiap spot foto diharuskan kepada pengunjung dengan membayar Rp35 ribu per kepala. Namun brosur tidak diberikan kepada pengunjung (saya bersama 3 rekan). Biaya tersebut, saya berikan kepada oknum tersebut, dengan harapan mungkin sudah disediakan juga fotografernya,” lanjutnya.

“Ternyata dugaan saya meleset. Fotografer yang disediakan harus dibayar lagi. Dengan kisaran harga per foto dibayar Rp5 ribu,” terang Nanda.

Masih kata Nanda, saat keluar pengunjung dikenakan lagi biaya parkir Rp5 ribu per motor, padahal biaya awal sudah Rp15 ribu di pintu masuk pertama.

“Jika Wisata Alam Gunung Pancar adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda), maka harus diperketat pajak masuk pengunjung. Karena setiap pengunjung adalah masyarakat biasa, yang hanya ingin berwisata dari hiruk pikuk kerjaan atau rutinitas,” tegasnya.

“Pungutan-pungutan kepada pengunjung yang sangat memaksa, seperti memeras, menggambarkan bobroknya tata kelola usaha pariwisata di Gunung Pancar. Dan tidak ada perhatian serius dari Pemda, dalam hal ini Dinas Pariwisata di Bogor,” katanya.

“Untuk itu usut tuntas pelaku pungutan-pungutan yang berkeliaran di Wisata Alam Gunung Pancar. Harus ada evaluasi tata kelola Wisata Alam Gunung Pancar, antara Pemda dan pihak pengusaha untuk menghindari pungutan yang tidak jelas bagi pengunjung,” pungkas Nanda.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*