Panitia dan Massa Kampanye Calon Kades Dihadang Timses Pesaing, Pilkades Galuga Jadi Tegang

Awak media mewawancarai ketua panitia pilkades Desa Galuga Ari Idris Maulana terkait tindakan oknum Ketua Tim Pemenangan Cakades No 3 (dok. KM)
Awak media mewawancarai ketua panitia pilkades Desa Galuga Ari Idris Maulana terkait tindakan oknum Ketua Tim Pemenangan Cakades No 3 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Panitia Pilkades Desa Galuga mengaku diintimidasi oleh oknum ketua tim sukses calon kades dengan “caci maki dan kata-kata yang tidak pantas” saat sedang mengawal jalannya kampanye agar berjalan tertib sesuai dengan zona yang telah ditentukan.

Kejadian bermula pada saat calon kades nomor urut 1, Endang Sujana beserta tim suksesnya melewati rumah ketua tim sukses cakades nomor urut 3 (Hidayatullah), Kamaludin, di Kampung Moyan RT 11/006, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, menuju titik kumpul kampanye kemarin 30/10. Menurut keterangan yang diberikan kepada wartawan kupasmerdeka.com, tiba-tiba Kamaludin menghadang rombongan kemudian melontarkan “kata-kata yang tidak pantas, mencaci maki” panitia di hadapan massa pendukung Endang Sujana.

Saat ditemui di kantor sekretariat Panitia Pilkades Galuga, salah seorang panitia, Mulyaningsih, menerangkan bahwa jadwal kampanye cakades nomor 1 di Zona 2 didampingi oleh panitia, Linmas, Pol PP dan Babinsa yang kebetulan melewati rumah Kamal. “Namun tiba-tiba kami dihadang dan dicaci-maki oleh Kamal, terlontar dalam mulutnya saya disebut jablay, kalau tidak salah dengar, bahkan tidak sampai disitu, nama binatang pun diabsen pula,” katanya kepada awak media.

Di ruangan terpisah, ketua panitia Ari Idris Maulana pun mengaku akan “mendiskusikan” peristiwa itu.

“Kita akan diskusikan lebih dahulu kejadian ini, dikhawatirkan ini bisa berdampak buruk, sementara kita melaksanakan ini harus memenuhi rasa keadilan bagi semua, namun saya rasa ini bermula didasari rasa cemburu massa pendukung nomor 1 banyak,” katanya.

Sementara itu menurut salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak mau disebutkan namanya, terkait insiden ini pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut bersama panitia, “agar ada hal positif yang bisa diambil atas peristiwa ini.”

Saat awak media KupasMerdeka.com hendak meminta keterangan ke kediaman Kamal terkait kejadian tersebut, ia pun menuduh awak media sebagai “mata-mata”. Suasana pun sejenak tegang, sebelum wartawan meninggalkan tempat tanpa mendapat keterangan.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook