HIMAGEO Unsyiah Gelar Seminar Agroindustri, Dorong Pemanfaatan Potensi Sektor Pertanian Indonesia dan Aceh

Dr. Rahmat Fadhil S.TP M.Sc Pakar Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (dok. KM)
Dr. Rahmat Fadhil S.TP M.Sc, pakar pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Seminar nasional bertajuk “Strategi Pengembangan Agroindustri Dari Konteks Lokal Menuju Internasional di Era 4.0” digelar di Gedung Auditorium FKIP Universitas Syiah (Unsyiah) Kuala Banda Aceh, Rabu 30/10.

Seminar Nasional yang dirangkai dengan Kuliah Umum yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGEO) Unsyiah Kuala Banda Aceh tersebut merupakan salah satu kegiatan dari agenda Musyawarah Wilayah ke-VII Perhimpunan Mahasiswa Geografi se-Indonesia.

Kegiatan ini mengangkat isu persoalan yang dihadapi Aceh dalam penyediaan kebutuhan sektor pangan di masa mendatang. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan III FKIP Unsyiah dan diikuti oleh mahasiswa geografi se-Indonesia serta dosen-dosen geografi se-Aceh.

Pembicara utama Rahmat Fadhil dalam paparan materi menjelaskan bahwa persoalan global saat ini sudah sangat kompleks, salah satunya menyangkut persoalan sektor pangan yang menjadi masalah masyarakat dunia.

“Konflik politik dunia saat ini juga disebabkan oleh perebutan sumber-sumber pangan di berbagai belahan bumi. Pertambahan penduduk, konflik satu negara menyebabkan perpindahan masyarakat ke negara lain, keterbatasan sumber daya alam, pertambangan, air, energi dan lain sebagainya, merupakan sumber-sumber kegaduhan dunia hari ini,” tambah Rahmat yang juga Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah.

Doktor lulusan tercepat dengan masa studi 2,5 tahun dalam bidang Teknologi Industri Pertanian tersebut juga mengatakan, khusus Indonesia yang berada di kawasan tropis memiliki beberapa keunggulan pada sektor pertanian, dan menjadi incaran negara-negara luar untuk menguasai sektor-sektor pertanian Indonesia, apabila kita tidak siap dengan teknologi dan mekanisasi di sektor pertanian ini.

Selain itu, lanjut Rahmat, Indonesia memiliki sejumlah potensi agroindustri yang sangat kaya raya. “Sebut saja misalnya 39,2 juta dari sekitar 230 juta penduduk Indonesia bergerak di bidang pertanian, memiliki ketersediaan lahan pertanian sebesar 54.572.679 hektar, keanekaragaman hayati Indonesia terbesar ke-2 di dunia setelah Brasil, biota laut terbesar nomor 1 di dunia, kemudian posisi Indonesia sebagai perlintasan perdagangan dunia dan ikim tropis dengan luas wilayah kepulauan Indonesia terbesar di dunia,” jelasnya.

“Ya ini adalah anugerah Tuhan yang Maha dahsyat bagi kita, sungguh kufur nikmat kita bila tidak mengoptimalkan pemanfataanya dengan sebaik mungkin untuk kemaslahatan bangsa dan negara kita”, tegas Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan, Provinsi Aceh yang memiliki komoditas unggulan pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, ini merupakan sumber pangan utama yang harus kita jaga baik dari segi kuantitas dan kualitas. “Aceh memiliki kopi arabika terbaik di dunia, namum brand kopi yang kita miliki belum sepenuhnya dapat kita kuasai secara permanen. Memang kopi Aceh kalau berbicara pada komoditi merupakan produk terbaik yang sangat diminati, namun ketika melihat pada sektor bisnis, lisensi produk maupun sektor penjualan masih didominasi pihak luar, ini menjadi tantangan kita semua untuk kita perbaiki kedepannya,” pungkas Rahmat.

Reporter: Mudin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*