Kisruh Pasar TU, Pemkot Bogor Tunggu Putusan Banding Gugatan Galvindo Ampuh ke PT Jabar

Pasar TU Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)
Pasar TU Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kisruh tak berujung di balik pengelolaan Pasar Induk Teknik Utama (Pasar TU) Kota Bogor di Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, semakin menambah persoalan di Kota Bogor.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Bogor telah menolak gugatan PT. Galvindo Ampuh, yang merasa memiliki hak untuk mengelola pasar tersebut, sekaligus memenangkan pihak Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor sebagai tergugat.

Gugatan PT. Galvindo Ampuh ke PN Bogor dengan Nomor Perkara 93/Pdt.G/2018/PN.Bgr itu ditolak PN Bogor, sekaligus memerintahkan agar pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kota Bogor/PD Pasar Pakuan Jaya. Kini, pihak PT. Galvindo Ampuh sedang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Adapun Pasar TU awalnya berdiri dengan adanya perjanjian antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PT. Galvindo Ampuh pada tahun 2001, yang ditandatangani oleh Wali Kota Bogor saat itu Iswara Natanegara dan Direktur Utama PT. Galvindo Ampuh Hendraka Kasim, dengan nomor masing-masing 644/SP.03-Huk/2001 dan nomor 39/SP/GA-Bgr/XI/2001.

Dari perjanjian tersebut, Pemkot Bogor selaku pemegang hak pengelolaan lahan memiliki sertifikat (SPL) No. 54 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dan PT. Galvindo Ampuh selaku pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) No. 2343/Cibadak.

Sesuai alas hak dalam perjanjian dimaksud, pihak PT. Galvindo Ampuh, telah membangun ratusan kios, los dan los untuk pedagang kaki lima (PKL) sehingga diberikan hak pengelolaan selama 6 tahun, dan berakhir pada tahun 2017. Setelah masa tersebut, pengelolaan terkait Pasar TU itu seharusnya diserahkan kepada Pemkot Bogor. Namun hingga kini, pengelolaannya masih dilakukan oleh PT. Galvindo Ampuh.

Menyikapi hal tersebut Direktur Utama (Dirut) PD PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, PD PPJ Kota Bogor mengikuti proses hukum yang sedang berjalan, “dalam hal ini bandingnya PT. Galvindo Ampuh ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat,” ungkap Muzakkir kepada KM, Rabu 2/10 malam.

“Ya kita tunggu saja hasilnya nanti,” ucap Muzakkir singkat.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*