Kecam Kedatangan Intel Polresta Bogor Kota ke Sekretariatnya, PMII Universitas Pakuan Kuatirkan Kembalinya Cara-cara Orde Baru

Aksi Unjuk Rasa PMII Kota Bogor Beberapa Waktu Lalu (dok. KM)
Aksi Unjuk Rasa PMII Kota Bogor Beberapa Waktu Lalu (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kedatangan Satuan Intel Polresta Bogor Kota ke Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Pakuan Bogor mendapatkan kecaman keras. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PMII Universitas Pakuan, Fahmi.

“Berawal pada tanggal 23 September 2019 lalu, sehari sebelum melakukan aksi demonstrasi di Tugu Kujang Kota Bogor, tentang isu Rancangan Undang-undang (RUU) bermasalah, kami diontrog oleh Satuan Intel Polresta Bogor Kota ke sekretariat kami,” ujar Fahmi dalam rilis pers yang diterima KM kemarin 2/10.

“Dengan alasan tidak jelas, oknum intel menyambangi sekretariat kami, dengan bungkus silaturrahmi. Kami memberikan tempat dan waktunya buat oknum intel tersebut, untuk sekedar bercengkrama,” ungkap Fahmi.

Menurut Fahmi, ibarat hujan pasti ada mendungnya, “kelakuan Polresta Bogor Kota pasti ada tujuan dalam menyambangi sekret kami tanpa pemberitahuan sebelumnya.”

“Dan pada Rabu tanggal 2 Oktober 2019, sekretariat kami didatangi kembali untuk kedua kalinya, dan sama-sama tidak ada kejelasan perihal kedatangannya,” kata Fahmi.

“Karena pada tanggal 4 Oktober 2019, kami akan melaksanakan aksi demonstrasi di depan Mapolreta Bogor Kota, atas meninggalnya sahabat kami Randi saat melakukan aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sahabat kami terbunuh oleh peluru entah karet ataupun tajam, karena ulah oknum anggota Dalmas Polri, menembakkan peluru itu,” tambahnya.

“Namun dengan kedatangan Intel Polresta Bogor Kota, kami merasa terkekang karena bahasan diskusi kami didengarkan langsung oleh oknum tersebut,” tegas Fahmi.

Sementara Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Universitas Pakuan, Rudi Mulyana, menyoroti perlakuan Satuan Intel Polresta Bogor Kota tersebut.

“Ya kehadiran intel ini telah mengingatkan kita kepada fase Orde Baru, dimana dulu mahasiswa atau aktivis gerakan dibungkam dan mengintervensi pihak kampus, supaya mempadatkan/membuat jadwal kampus melalui kurikulum kampus yang dimanipulatif (biasa disebut Normalisasi Kehidupan Kampus, Badan Koordinasi Kampus/NKK BKK) oleh rezim Orde Baru, sehingga mahasiswa/aktivis tidak memiliki, kesempatan untuk turun ke jalan,” ungkap Rudi.

“Dan hari ini kita bisa lihat kebiasaan-kebiasaan buruk pada masa Orde Baru, telah muncul kembali di Orde Reformasi. Tanpa surat tugas dan kejelasan atas kehadiran oknum Intel Polresta Bogor Kota ke sekretariat PMII Universitas Pakuan ini, menunjukan bahwa ada sesuatu dalam kehadirannya.”

“Kami keluarga besar Alumni PMII Pakuan mengutuk keras, atas intervensi Polresta Bogor Kota kepada adik-adik kami. Jika ini terus berlangsung tanpa sebuah kejelasan atas kehadirannya, kami akan berikan sanksi tegas kepada oknum Intel Polresta Bogor Kota, dengan melaporkannya ke Propam Polri,” pungkas Rudi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*