Aktivis: “Robohnya Sebagian Gedung DPRD Terkait Maraknya Jual Beli Proyek di Kota Bogor”

Sekretaris AMPI Kota Bogor Iklas Triramdhani (dok. KM)
Sekretaris AMPI Kota Bogor Iklas Triramdhani (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sekretaris “Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia” (AMPI) Kota Bogor Iklas Triramdhani menyikapi peristiwa ambruknya tembok bagian atas yang menimpa ruang rapat paripurna gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Menurut Iklas, gedung yang dibangun dengan nilai fantastis tersebut, bisa roboh tembok bagian atasnya, menimbulkan tanda tanya terhadap proses pembangunannya.

“Kualitas bahan seharusnya sangat baik jika dilihat dari nilai yang mencapai Rp72 miliar. Namun dengan robohnya tembok tersebut padahal baru berdiri beberapa bulan saja, jelas terindikasi penggunaan bahan-bahan bangunan maupun konstruksinya tidak sesuai spesifikasi,” ungkap Iklas kepada kupasmerdeka.com, Kamis 31/10.

“Ya indikasi tersebut sangat terkait dengan dugaan maraknya jual beli proyek terselebung di Kota Bogor ini,” tambah Iklas.

Advertisement

“Untuk itu perlu disikapi dan diselidiki lebih jauh bagaimana proses awal kontraktor atau pihak ketiga yang membangun gedung DPRD tersebut dapat memenangi tender proyek tersebut. Indikasinya ada kemungkinan ini proyek titipan, sehingga spesifikasi bahan jadi tidak sesuai, karena diduga kuat adanya dana titipan yang dikeluarkan kontraktor kepada pihak-pihak tertentu untuk dapat mengerjakan proyek tersebut,” tutur Iklas.

Lebih lanjut Iklas mengatakan, jika Pemerintah Kota Bogor akan melakukan audit secara total, maka harus diselidiki dari awal bagaimana proyek tersebut dapat dimenangkan dan dikerjakan oleh kontaraktor tersebut.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*