Betonisasi Jalan Perum Griya Asri II Diduga Asal Jadi, Aktivis Minta Inspektorat Periksa Semua Proyek Infrastruktur di Kabupaten Bekasi

Kondisi jalan beton di Perum Griya Asri II, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Kondisi jalan beton di Perum Griya Asri II, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Warga Perum Griya Asri II mengeluhkan pengecoran jalan lingkungan (jaling) yang berlokasi di Jalan Yudistira RT 05/32 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, lantaran menduga pihak pemborong yang mengerjakan proyek yang dibiayai anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi TA 2019 itu tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai spesifikasi dan standar kualitas.

Dalam pantauan wartawan KM, jalan yang baru beberapa hari dicor sudah banyak yang retak-retak, bahkan untuk ketebalan beton pun saat diukur bagian pinggir hanya 9 sentimeter, sedangkan untuk standarisasi spek kegiatan jaling di Kabupaten Bekasi 15 sentimeter.

Saat itu KM mencoba menemui pihak warga untuk meminta keterangan, dan dikatakan bahwa pekerjaan yang dikerjakan kontraktor pada hari Senin 7/10 saat ini sudah terjadi keretakan. “Karena cara kerjanya terlalu terburu-buru, baru dipasang papan lansung dicor. Pada saat itu juga dua mobil kita melihat tidak memakai plastik sampai perbatasan, akhirnya plastik pun dipasang waktu kegiatan berlanjut. Saya sempat tanya kenapa tidak memakai plastik, para pekerja menjawab tidak tahu ini dadakan,” terang warga yang enggan disebut namanya itu.

“Adanya hasil proyek jalan yang di kerjakan pihak kontraktor baru berapa hari sudah retak, kami merasa kecewa dengan hasil pengecoran jalan tersebut, karena saya menilai pekerjaannya terlalu terburu-buru, seharusnya ada pemadatan dulu sebelum bekerja,” tambahnya.

“Dari segi ketebalan saja berbeda dengan yang sebelahnya. Coba saja lihat untuk ketebalan beton lebih tebal yang lama, sedangkan ini terlihat tipis. Lebih baik dihancurkan saja dikerjakan lagi yang bagus,” ketusnya.

Yosep selaku konsultan yang mengawasi kegiatan, ketika dihubungi melalui telepon seluler mengaku bahwa pihaknya sempat menghentikan pekerjaan tersebut. “Saya sempat setop itu pekerjaannya. Karena tidak ada plastik sheet di saat awal pelaksanaan 2 mobil [beton], waktu pihak pelaksana saya hubungi, katanya belum ada koordinasi atara mandor dan pelaksana,” kata Yosep.

Soal ketebalan beton yang di bawah standar, ia mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat memotong pembayaran, dan tidak akan meminta pekerjaan untuk diulang. “Saya juga sudah survey dengan pengawas ibu Rina, ya nanti lihat hasilnya kita bisa potong. Gitu aja kalau dari saya mah bang,” jelas Yosep kepada KM.

Saat diminta tanggapannya, ketua Komunitas Peduli Bekasi, Yanto Purnomo menegaskan bahwa di setiap kegiatan yang dialokasikan dari sumber Dana APBD, seharusnya dikerjakan sesuai apa yang sudah disepakati dalam kontrak Surat Perintah Kerja (SPK). “Bukannya malah dikerjakan asal jadi,” ujarnya.

“Kalau kondisi jalan baru beberapa hari dikerjakan sudah mengalami retak-retak, saya menduga ada penyimpangan dari spesifikasi teknis, terutama kualitas mutu beton yang digunakan kontraktor berkualitas rendah,” tambahnya..

Aktivis itu pun meminta kepada Inspektorat untuk turun tangan dan periksa semua kegiatan infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Semua ini adalah dugaan kebobrokan Kepala Dinas (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, dikarenakan masih banyak bangunan infrastruktur yang kerjakan kontraktor menyimpang dari spek, semata-mata untuk mendapatkan keuntungan besar dari dana anggaran APBD Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

Reporter: Den
Editor: HJA

Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Janggal, Keterangan Hasil “Core Drill” Jalan Beton di Perum Griya Asri 2 Beda Antara Konsultan dan PPTK – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*