UIN Ar-Raniry Tegaskan Dekan Fakultas Psikologi Mundur Atas Keinginan Sendiri

Sejumlah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry menggelar aksi demo menuntut Dekan dikembalikan jabatannya. (dok. KM)
Sejumlah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry menggelar aksi demo menuntut Dekan dikembalikan jabatannya. (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Pengunduran diri Profesor Eka Srimulyani dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh berujung protes. Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa menuntut penjelasan terhadap Rektor kampus.

Ketidakpuasan itu diungkapkan mahasiswa dalam unjuk rasa yang digelar di kampus UIN Ar-Raniry, Rabu 4/9. Mahasiswa menuntut pihak rektorat bertanggungjawab atas mundurnya pimpinan Fakultas Psikologi tersebut. Mereka juga meminta rektor mencari pengganti yang layak dan profesional dibidangnya.

Terkait permasalahan tersebut, Wakil Rektor III UIN Ar Raniry, Dr Saifullah menegaskan bahwa Dekan Fakultas Psikologi tersebut berhenti bukan karena diundurkan atau dipecat, tetapi yang bersangkutan mengundurkan diri sesuai keinginan sendiri.

Saifullah menyampaikan, Profesor Eka mengundurkan diri karena yang bersangkutan telah lulus untuk kegiatan penelitian di luar negeri, dan ia lebih memilih ke sana ketimbang tetap bertahan sebagai dekan.

“Bukan dipecat, tapi mengundurkan diri, harus pergi ke sana, karena ada penelitian di luar negeri,” kata Saifullah kepada wartawan saat ditemui di sela-sela aksi mahasiswa.
Kata Saifullah, karena penelitian tersebut, selama ini Prof Eka juga sudah meninggalkan kampus melebihi dari satu bulan. Secara aturan negera, hal itu tidak diperbolehkan mengingat ada jabatan yang ditinggalkannya.

Permasalahan ini juga sebelumnya sudah ditanggapi pihak Rektorat dan mempertanyakan terkait keputusan yang diambil. Saat itu, Rektor ingin tetap mempertahankan Prof Eka sebagai Dekan.

“Beliau sudah ketemu pak Rektor, dan disampaikan terserah buk Eka, mau ambil yang mana, kami tetap bu Eka kalau bisa seharusnya Dekan,” ujarnya.

“Karena kita membutuhkan tenaga dia. Tapi persoalan kemudian, beliau lebih memilih mengundurkan diri,” tutur Saifullah.

Kemudian, Saifullah membantah kabar banyaknya dosen yang mengundurkan diri. Dirinya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Masalah dosen, tidak ada dosen yang mengundurkan diri,” tegasnya.
Namun, lanjut Saifullah, para dosen itu lebih mengambil inisiatif dari tingkat dekanan terkait hal-hal yang diperlukan. Seperti adanya tim percepatan bimbingan skripsi, dan itu semua atas kebijakan di fakultas, bukan dengan SK Rektor.

“Mereka mengundurkan diri itu bukan dari pembimbing skripsi, tapi jabatan sebagai koordinasi pembimbing percepatan, sebagai itu. Nggak ada yang mengundurkan diri,” tandasnya.

Mengenai pengganti Dekan Fakultas Psikologi, tambah Saifullah, Rektor akan melaksanakan rapat pimpinan terlebih dahulu, selanjutnya baru melakukan seleksi dengan membentuk tim.

“Yang jelas dari dosen psikologi itu nggak bisa, kan fakultas baru, belum ada yang memenuhi syarat. Jadi harus diambil dari fakultas lain. Karena menduduki jabatan Dekan itu harus sudah 4A gitu,” pungkasnya.

Reporter: Muddin
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*