Pol PP Kota Bogor Dituding Tidak Bernyali Tutup Usaha Milik Mantan Anggota Dewan

Surat penolakan warga perumahan Bukit Cimanggu City terhadap usaha katering di wilayahnya. (dok. KM)
Surat penolakan warga perumahan Bukit Cimanggu City terhadap usaha katering di wilayahnya. (dok. KM)

BOGOR (KM) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dinilai telah gagal dalam melaksanakan penegakan Perda di wilayah Kota Bogor. Hal itu dikatakan oleh aktivis Ali Taufan Vinaya kepada KM Kamis 12/9 kemarin terkait keberadaan tempat usaha catering milik mantan anggota dewan yang berlokasi di Perumahan Bukit Cimanggu City RT 002/11 Blok M-3 No 21.

“Sudah sangat jelas dan terlihat bahwa PT Hijau Alami Berseri itu menyalahi aturan, selain mengalihkan fungsi dari rumah tinggal menjadi tempat usaha, PT tersebut juga tidak pernah melakukan dan meminta izin kepada tetangga maupun warga setempat,” ujar ATV.

“Kalau memang pemilik PT saja bisa sewenang-wenang membuka usaha tanpa izin dan minta tanda tangan dari warga, kenapa pihak Pol PP harus takut melakukan penutupan atau menyegel lokasi?” lanjut ATV.

Menurutnya, pemanggilan yang dilakukan oleh pihak Pol PP Kota Bogor pada hari Senin lalu hanya sebatas prosedural bagian dari upaya penyidikan dan penyelidikan. Dari upaya tersebut sudah jelas didapatkan bukti-bukti bahwa keberadaan PT tersebut telah menyalahi aturan.

“Lantas, kenapa tidak langsung ditutup? Selain itu, ada dokumen tertulis pada tanggal 17 Agustus 2019 di mana dalam dokumen tersebut pemilik usaha catering yang bernama Yusuf Dardiri sudah mau menutup dan menyanggupi untuk tidak melakukan operasi lagi terhitung tanggal 1 September 2019. Tapi buktinya sampai hari ini, usaha catering tersebut masih beroperasi,” keluh ATV.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Tio Susetiono, menyesalkan ketidaktegasan Pol PP Kota Bogor dalam menyikapi masalah tersebut.

“Kami sudah melayangkan Surat Peringatan 3 kali, tapi tidak digubris. Dulu sebelum adanya catering tersebut, kami di sini aman, nyaman dan tenteram. Waktu istirahat kami juga tidak terganggu. Tapi pasca kehadiran catering tersebut, istirahat kami jadi terganggu karena lalu lalangnya kendaraan operasional dari pemilik catering,” kata Tio.

“Saya minta kepada Bima Arya selaku Walikota Bogor untuk segera mengambil tindakan tegas dan segera menutup operasional usaha catering tersebut,” tegas warga yang juga caleg DPRD Kota Bogor dari Dapil Tanah Sareal untuk Partai Demokrat tersebut.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*