Perusahaan Beralamat Fiktif Menangkan Lelang Proyek Pemkot Bogor Bernilai Miliaran Rupiah, Aktivis Endus Korupsi

Proyek kolam retensi di Tanah Baru, Kota Bogor, yang dikerjakan oleh perusahaan yang diduga beralamat fiktif (dok. KM)
Proyek kolam retensi di Tanah Baru, Kota Bogor, yang dikerjakan oleh perusahaan yang diduga beralamat fiktif (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dugaan adanya beberapa proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dimenangkan oleh perusahaan beralamat fiktif menuai kecaman dari berbagai kalangan.

“Proyek dengan nilai miliaran rupiah dimenangkan oleh perusahaan [CV. Ananda Azka Perkasa] yang diduga kuat beralamat fiktif menjadi tanda tanya besar bagaimana cara kerja dan verifikasi perusahaan bisa memenangkan tender tersebut,” ungkap Ketua Aliansi Pengawal Pelayan Publik dan Kebijakan Publik Republik Indonesia (AP3KPRI) Ruby Falahadi kepada KM, Rabu 4/9.

“Ya proses pemenangan tender tersebut menjadi kecurigaaan publik Kota Bogor, bisa ada main mata dan kongkalikong perusahaan dengan jajaran internal Pemkot Bogor maupun dengan penyelenggara lelang,” tambah Ruby.

Ruby pun mempertanyakan kualifikasi seperti apa yang dimiliki sehingga CV. Ananda Azka Perkasa bisa memenangkan dua proyek bernilai miliaran rupiah, yang merupakan uang negara. CV tersebut memenangkan tender kolam retensi Tanah Baru senilai lebih dari Rp 8 miliar dan proyek lift di lingkungan Setda Kota Bogor senilai lebih dari Rp 4 miliar, dimana pelaksanaannya hampir berbarengan.

“Bagaimana mekanismenya sehingga CV. Ananda Azka Perkasa bisa menang tender tersebut, sedangkan ada fakta di lapangan diduga kuat CV. Ananda Azka Perkasa itu tidak jelas, alamatnya saja tidak ditemukan. Mekanisme apa yang dilaksanakan dalam proses lelang ini?” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Ruby, semakin menguatkan dugaan permainan dalam memenangkan perusahaan itu. “Untuk itu Pemkot Bogor, Inspektorat dan penegak hukum jangan berdiam diri, harus segera bertindak,” lanjutnya.

“Tentunya dengan adanya keganjilan dalam kualifikasi pemenang tender, ada dugaan oknum-oknum pihak swasta dan pihak Pemkot yang bermain mencari keuntungan dalam proyek ini. Sudah tentu ada tindakan pelanggaran hukum yaitu korupsi di dalamnya,” pungkas Ruby.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*